Taktik ‘Sang Judas’ yang Bikin Chelsea Mati Kutu

Profil pemain bola tim everton Romelu Lukaku
Profil Romelu Lukaku, Everton
April 17, 2017
Profil Kevin de Bruyne pemain bola tim Manchester City
Profil Kevin de Bruyne, Manchester City
April 18, 2017

Taktik ‘Sang Judas’ yang Bikin Chelsea Mati Kutu

kemenangan manchester united lawan chelsea 16 april 2017

Ibetsbobet – Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memberikan kejutan yang bias dibilang terlambat untuk suksesornya di Chelsea, Antonio Conte. Pada akhirnya, ‘Judas’ sukses menuntaskan perlawanan mantan anak-anak asuhnya di laga tadi malam (16/4). Tidak cuma sukses dalam hal mencetak gol, tapi para penggawa United juga bisa mematikan lini tengah serta menyeimbangi permainan The Blues, sepanjang laga. Manchester United pun meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 di Old Trafford.
Jika dilihat, dari awal laga Mourinho sudah membuat para fans MU terkejut dengan menurunkan formasi 1-4-3-3. Ia memilih untuk mengistirahatkan Zlatan Ibrahimović serta Henrikh Mkhitaryan. Lalu menurunkan pemain-pemain yang tidak terlalu meyakinkan untuk menjadi starter melawan Chelsea, seperti Marouane Fellaini serta Ashley Young. Bahkan nama terakhir ditugaskan sebagai kapten, lantaran tidak ada Rooney atau Carrick di lapangan.
Akan tetapi Mourinho tentunya bukan manajer yang bodoh, dengan ‘bunuh diri’ saat menghadapi Chelsea. Berkaca pada dua kekalahan di dua pertemuan sebelumnya, Mou seperti sudah mengantongi resep untuk mematikan The Blues di Old Trafford. Sejak sepak mula, permainan MU langsung beralih menjadi skema tiga bek, seperti yang dilakukan Conte. Cuma bedanya, Mou tak menempatkan ujung tombak, tetapi terus berupaya menekan pertahanan Chelsea dengan setidaknya lima pemain.
Jesse Lingard serta Marcus Rashford saling bertukaran untuk menjadi striker, hingga United seperti menurunkan dua striker di laga tersebut. Walau sebenarnya dua pemain tersebut memulai pertandingan dari lini tengah.
Manchester United tidak butuh waktu lama untuk membuat tensi pertandingan memanas. Tim tuan rumah berpesta setelah Ander Herrera berhasil mengintersep bola operan Matic di lini tengah. Ia lalu melepaskan umpan terobosan pada Rashford yang kemudian berhadapan langsung dengan Asmir Begović. Rashford pun melepas tendangan yang bersarang langsung ke gawang tim tamu.
Pada fase kedua, Herrera sendiri yang menjadi kreator gol kedua MU. Tendangannya membentur kaki Kurt Zouma, serta meluncur masuk ke gawang Asmir Begović. Penjaga gawang Bosnia-Herzegovina itu terlanjur bergerak ke arah yang tidak seharusnya. Ia sendiri bertugas menukar Thiabaut Courtois, yang terpaksa disimpan karena mengalami cedera pergelangan.
Tapi satu diantara hal yang paling menonjol pada laga semalam ialah peran Ander Herrera, yang sangat vital. Ia ditugaskan oleh Jose Mourinho untuk terus menempel Eden Hazard. Beruntung Herrera tidak mendapat kartu merah, seperti yang didapatnya pada pertandingan kontra The Blues di Piala FA. Justru kali ini Hazard dibuat mati kutu oleh gelandang asal Spanyol itu.
Jika berkaca pada pertandingan Piala FA lalu, Herrera hanya bertahan selama 35 menit di lapangan usai mendapat kartu merah dari wasit. Hal itu didapatnya lantaran dianggap terlalu keras saat menjaga Hazard. Tapi taktik tersebut berjalan lebih mulus di laga kali ini. Apalagi MU bermain dengan 11 pemain penuh sepanjang pertandingan.
Mourinho bisa dibilang memainkan taktik “kejutan”. Pada penghujung pertandinganpun ia pun mengakuinya. “Pada pertandingan di Piala FA lalu, kami dapat menguasai pertandingan saat bertanding dengan 11 pemain. Tapi setelah satu pemain keluar, Chelsea jadi mempunyai lebih banyak peluang dan mendominasi jalannya pertandingan,” ujar Mourinho setelah laga.
Di laga kontra Chelsea Minggu malam, faktanya Manchester United sukses menyusahkan The Blues dengan pemain yang lengkap sepanjang 90 menit. MU mengisolasi lini tengah The Blues dengan menumpuk penggawa di lini tengah. Beberapa pemain pun mempunyai tugas masing-masing. Selain Herrera yang terus menempel Hazard; Matteo Darmian didorong sedikit ke depan untuk mengawasi Pedro. Sementara empat pemain sekaligus, Fellaini, Paul Pogba, Rashford, dan Lingard, tidak memberi ruang Ibetsbobet untuk dua gelandang jangkar Chelsea, N`Golo Kanté serta Nemanja Matić. Ditambah lagi dua wing back Chelsea yang kini bisa ditekan lebih ke dalam oleh Ashley Young dan Antonio Valencia.
Strategi itu benar-benar membuat Chelsea sulit menyerang dan membuat peluang. Bahkan The Blues sama sekali tidak melepaskan tendangan on target ke gawang David de Gea. Diego Costa sama sekali tak mendapat suplai bola. The Blues betul-betul seperti kalah jumlah pemain. Kekalahan ini pun sekaligus menyalakan lagi api persaingan gelar juara antara Chelsea dan Tottenham Hotspur, yang kini hanya berjarak empat angka.