Sudah Tepatkah Regulasi yang Ditetapkan untuk Liga Indonesia ?

pelatih belanda dipecat
Danny Blind Resmi Dicopot dari Timnas Belanda
March 27, 2017

Sudah Tepatkah Regulasi yang Ditetapkan untuk Liga Indonesia ?

bandar sbobet indonesia

Bandar Judi online – Sepak mula kompetisi Liga 1 serta Liga 2 Indonesia musim 2017 tinggal menghitung hari. Dahaga para penggemar sepakbola Tanah Air untuk menyaksikan pertandingan liga resmi sebentar lagi akan terlampiaskan. PSSI pun sudah menetapkan tanggal 15 April 2017 sebagai titik mula kompetisi Liga 1, serta 18 April 2017 untuk Liga 2. Namun demikian, regulasi baru yang ditetapkan masih menjadi pro dan kontra beberapa kalangan.

Apa lagi kalau bukan lantaran regulasi pembatasan usia, yang dikira tak berpihak pada kontestan liga ataupun para pemain. Namun, sebagai penikmati sepakbola yang cerdas, ada baiknya kita ulas serta berupaya mencari jalan keluar supaya PSSI bisa lebih maksimal dalam mengembangkan sepakbola Indonesia.

Pertama adalah tentang diwajibkannya klub memainkan tiga pemain berumur di bawah 23 tahun dalam starting line-up. Di sini maksud PSSI sudah jelas, yakni supaya para pemain belia bisa membuktikan kemampuan mereka di level tertinggi. Pada akhirnya, bisa dibilang hasilnya cukup sesuai harapan dalam jangka pendek.

Seperti di ajang Piala Presiden 2017 lalu misalnya, yang juga memakai regulasi pemain muda.  Seiring dengan berjalannya kompetisi, muncul bibit-bibit muda berbakat, yang sebelumnya tak tercium oleh PSSI. Regulasi itu membuahkan sebagian nama yang lalu memperkuat Timnas Indonesia U-22 besutan Luis Milla. Sebut saja seperti Febri haryadi, Hanif Sjahbandi, Saddil Ramdani, hingga Bagas Adi. Pemain-pemain itu merupakan hasil pemantauan tim pelatih selama gelaran Piala Presiden 2017.

Namun jika regulasi ini ditetapkan untuk kompetisi jangka panjang seperti liga, justru sepertinya dapat memberi dampak negatif untuk pemain-pemain belia. Kalau beberapa nama yang telah masuk timnas tadi mulai dipercaya kemampuannya, tentu tak demikian dengan beberapa pemain muda lain. Pasti akan banyak pemain muda yang cuma sekadar menjadi formalitas demi memenuhi regulasi saja. Di Piala Presiden lalu pun, tampak tim seringkali menarik pemain-pemain muda mereka dan mulai memasukkan pemain senior sesudah pergantian babak.

Ini dinilai akan memberi dampak secara psikologis bagi pemain. Bisa jadi ada pemain yang memutuskan untuk tidak latihan sungguh-sungguh, karena berpikir toh kelak ia hanya akan dimainkan selama 45 menit. Satu dampak yang sangat buruk untuk mental para pemain muda Indonesia.

Untuk tim sendiri, regulasi ini bisa menjadi seperti pedang bermata dua. Arema FC misalnya, yang mempunyai pemain belia dengan kualitas top seperti Hanif, Bagas ataupun Nasir. Mereka pasti bakal kewalahan saat ketiga pemain itu dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan timnas jangka panjang. Ini juga yang menjadi kecemasan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.

“Kalau kami mesti menurunkan tiga pemain di bawah 23 tahun, nampaknya bakal sulit dipenuhi. Belum lagi bila ada pemain yang sementara ini sedang dipanggil Timnas. Kami tidak mempunyai pelapisnya lagi. Pasti bakal membuat kami pusing,” ujar Djajang Nurdjaman. Tak heran, karena saat ini Persib melepas tiga pemain mereka, yakni Febri, Gian Zola dan Henhen Herdiana ke timnas U-22.

Bukan hanya tentang regulasi pemain muda, tapi juga pembatasan umur pemain senior yang juga cukup memprihatinkan. Liga 1 memberi pembatasan hanya boleh ada duaBandar Judi online pemain saja dengan umur 35 tahun bagi tiap tim. Satu regulasi yang banyak dipertanyakan publik sepakbola Tanah Air, mengingat ada banyak sekali pemain kawakan yang masih bertanding sampai usia itu sejauh ini.

Di Arema FC ada nama Christian Gonzales (41), yang bahkan sukses jadi top skorer di Piala Presiden 2017 lalu. Ada pula Ismed Sofyan (36.) di Persija, Ponaryo Astaman (37) di Borneo FC ataupun M. Ridwan (36). Beberapa pemain tersebut bahkan masih aktif membela klub masing-masing dan menjadi pilihan utama. Malah regulasi di Liga 2 lebih mengerikan lagi. Tim cuma bisa mengontrak lima penggawa dengan umur di atas 25 tahun. Coba pikirkan akan ada berapa banyak pemain yang akan pensiun dini dengan adanya regulasi gila ini.

Terakhir, otoritas liga secara tiba-tiba memperbolehkan tiap klub memiliki maksimal satu marquee player, atau pemain berlabel bintang dunia. Ya, mudah-mudahan saja PSSI masih mau berbaik hati untuk merevisi beberapa regulasi yang dikira akan merugikan banyak pihak dalam gelaran Liga 1 dan Liga 2 nanti.