Respons Tepat Real Madrid Berbuah Kemenangan Manis

Zlatan Ibrahimovic, telah berhasil menjalani operasi lutut
Zlatan Ibrahimovic Belum Rencanakan untuk Pensiun
May 7, 2017
Profil Gonzalo Higuain pemain bola profesional Juventus
Profil Gonzalo Higuain, Juventus
May 8, 2017

Respons Tepat Real Madrid Berbuah Kemenangan Manis

hat-trick Cristiano Ronaldo sukses

Judi bola online sbobet – Tiga gol Real Madrid yang tercipta lewat hat-trick Cristiano Ronaldo sukses membenamkan Atlético Madrid di pertandingan leg pertama semi final Liga Champions pada Rabu (3/5) dinihari WIB. Kemenangan di Santiago Bernabeu ini pun jadi modal yang sangat bernilai untuk tim asuhan Zinedine Zidane dalam melakoni partai tandang di leg kedua pertengahan minggu depan.

Diego Simeone sendiri sebenarnya menyetel timnya untuk bermain disiplin dalam menekan para pemain Madrid sejak awal. Dengan taktik ini, Atlético sesungguhnya telah menyusun rencana dengan matang. Atletico menjalankan tekanan lateral atau tekanan yang merusak konsentrasi lawan di sisi atas lapangan. Real Madrid pun tampak kesusahan untuk menyusun serangan lantaran dipaksa selalu mengalirkan bola ke sektor sayap.

Di pertandingan itu sendiri, Real Madrid memercayakan permainan mereka lewat sisi sayap yang ditempati dua wing back mereka, yakni Dani Carvajal serta Marcelo. Akan tetapi dengan melakukan tekanan secara lateral, beberapa penggawa Atlético juga ditugaskan untuk menekan dua wing back Real itu agar terbatas pergerakannya dalam melakukan operan.

Winger Atlético, Koke serta Yannick Carrasco menjadi dua penggawa yang ditugaskan oleh Simeone untuk terus menekan dua wing back Real Madrid. Sementara itu duet penyerang Los Colchoneros, Antoine Griezmann serta Kévin Gameiro bertugas untuk menutup jalur operan menuju ke lini tengah dan melakukan tekanan kepada center back, ketika ada umpan yang dikembalikan dari wing back Madrid.

Sepintas, taktik ini dapat dilihat cukup aman. Belum lagi Atlético Madrid juga seringkali memperagakan taktik ini dengan disiplin, baik dalam kondisi bertahan ataupun saat transisi menuju penyerangan. Beruntung, Zinedine Zidane dapat mensiasati taktik racikan Simeone ini. Absennya Bale memang membuat Zidane tidak memainkan dua sayap yang umumnya ditempati oleh Bale dan Ronaldo. Ia sebenarnya bisa saja memainkan Lucas Vázquez atau Marco Asensio sebagai pengganti Bale, namun Isco menjadi opsi pertama.

Dipilihnya Isco ini bukanlah tanpa alasan. Zidane memplot Isco sebagai pemain tengah ekstra, yang bisa berperan secara bebas, namun sekian kali dapat dilihat kalau Isco lebih sering bergerak ke sektor tengah lapangan untuk memenuhi lini tengah Real Madrid. Kehadiran Isco berbarengan dengan tiga pemain tengah Madrid lainnya akhirnya bisa mengatasi pressing lateral yang dilancarkan Atlético.

Atlético yang terus menekan Carvajal serta Marcelo, ditambah dengan Isco yang dapat bergerak bebas, malah selanjutnya membuat Atlético seakan lupa dengan Toni Kroos Judi bola online sbobet. Wing back Real Madrid memanglah tak sering melepas umpan silang. Bahkan tercatat Marcelo hanya melepas dua umpan silang, dan tidak ada yang on target. Namun malah Kroos yang berhasil melepas 10 umpan silang dari keseluruhan 15 upaya yang dibuat Real Madrid.

Umpan-umpan silang ini pula yang kemudian punya pengaruh besar untuk El Real, lantaran mereka jadi bisa menyusun serangan lebih nyaman dengan langkah tersebut. Umpan silang juga yang akhirnya bisa memecah kebuntuan dengan mengoptimalkan peran Ronaldo, yang kali ini ditugaskan menjadi ujung tombak, bukan lagi sebagai pemain sayap. Tak heran jika ia pada akhirnya dapat menceploskan hat-trick, walau gol pertamanya memang berbau offside.

Jika dilihat, taktik yang digunakan oleh Simeone sudah pas di pertandingan kali ini. namun eksekusi dari para pemain Ateltico dinilai belum optimal. Awalnya memang banyak yang menduga kalau Atlético pasti bakal menerapkan permainan bertahan dengan garis pertahanan yang rendah, serta memercayakan serangan balik untuk menciptakan peluang. Tapi faktanya, pressing lateral yang dilakukan Atletico sebenarnya mempunyai output yang sama, yakni serangan balik. Ini menjadi taktik yang terbilang berani dari Simeone.

Akan tetapi, sayangnya eksekusi mereka tidak terlalu baik. Simeone pun mesti kecewa dengan hasilnya. Banyak operan di sepertiga akhir lapangan yang gagal, hingga membuat Griezmann dkk. cuma bisa menorehkan satu tendangan on target dari keseluruhan 4 percobaan. Itupun baru tercipta di menit ke-90 berkat aksi Diego Godín (seorang bek). Padahal di kubu lawan, Real Madrid bisa membombardir lini pertahanan Atletico dengan 17 upaya dan 7 on target.

Taktik racikan Simeone ini sesungguhnya diharapkan bisa menghasilkan permainan yang menekan lalu menyerang, bukanlah bertahan lalu menyerang. Pada akhirnya, risiko itu pun harus diambil. Tiga gol Ronaldo memporak-porandakan Ateltico dan menanggung beban berat di leg kedua nanti.