Rapor Laga Panas Derby della Capitale

Sbobet – Pertandingan panas dalam laga bertajuk Derby della Capitale atau derbi antara dua klub ibukota Italia, tersaji dalam lanjutan Serie A akhir pekan lalu. Laga yang mempertemukan AS Roma kontra Lazio ini memang selalu menyimpan cerita bagi para pemain dan fans kedua tim. Namun, pada pertandingan lalu Serigala Ibukota harus mengakui keunggulan Elang Ibukota. Dua gol yang dilesakkan Balde Keita jadi penentu kemenangan Lazio atas Giallorossi dengan skor yang lumayan telak 3-1.

Untuk AS Roma sendiri, kekalahan ini sangat merugikan lantaran gap dengan Juventus, yang berada di puncak klasemen jadi makin menjauh. Di luar itu, Roma saat ini juga makin dekat dengan kejaran Napoli, yang hanya berjarak satu angka di papan klasemen sementara. Baik Roma dan Napoli saat ini masih sama-sama bersaing untuk mengamankan tiket lolos Liga Champions tanpa melewati jalur kualifikasi.

Kembali ke jalannya laga derbi dua tim ibukota, yang berjalan dengan tensi tinggi sejak awal pertandingan. Laga ini diwarnai kartu merah yang didapatkan pemain bertahan AS Roma asal Jerman, Antonio Rudiger, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Filip Djordjevic mendekati bubaran pertandingan. Akan tetapi, menurut direktur AS Roma, Frederic Massara, pelanggaran yang dilakukan Rudiger itu adalah karena ia tersulut emosi mendengar cemoohan rasis dari para tifosi Lazio.

“Bagaimana kami dapat menerima hasil ini? Kami masih melakukan seperti sebelum-sebelumnya. Masih ada di peringkat kedua, serta kami akan mempertahankan itu,” tutur Massara.

“Untuk Rudiger, saya katakan kalau ia begitu geram dengan cemoohan berbau rasis yang diperuntukkan kepadanya. Sangat memalukan karena hal seperti ini masih saja ada.”

Massara juga memberi komentar perihal pertanyaan apakah Francesco Totti masih akan melakoni derby della capitale edisi selanjutnya atau tidak. Di laga tersebut pun Totti dimainkan oleh pelatih Luciano Spalletti pada 20 menit terakhir.

“Apakah ini akan jadi derbi terakhir untuk Totti? Ia masih tetap akan melakukan hal ini, tapi sebagai seorang direktur. Ia adalah ikon bagi Roma, jadi tak mungkin ini adalah derbi terakhir baginya.”

Di sisi lain, pelatih AS Roma, Luciano Spaletti, berasumsi kalau timnya sedang tidak dinaungi keberuntungan, lantaran ada kejadian yang tidak menguntungkan ketika timnya dikalahkan Lazio. Akan tetapi, ia juga mempersoalkan permainan anak asuhnya, yang memang tampil buruk dan lemah di laga tersebut.

“Insiden buruk ini juga membikin Roma bermain dengan buruk. Kami bisa mengawali laga sesuai rencana serta membuat kans, namun Lazio malah berhasil menceploskan gol hanya dengan satu percobaan saja,” tegas Spaletti.

“Tentu ini menjadi sebuah kerugian secara psikologis, karena Anda melakuan kekeliruan lalu menyebabkan permainan jadi terbuka. Kami tidak lagi bermain sebagaimana mestinya. Saya lalu menempatkan tiga pemain bertahan di babak kedua, karena Lazio sering melakukan serangan balik yang berbaha. Kemudian mereka bisa menceploskan gol lagi dengan bola pantul, kami memang sedang tidak beruntung.”

Spaletti juga menyesalkan banyak kans yang disia-siakan oleh pemainnya, juga menyoroti lemahnya lini belakang tim Serigala Ibukota Sbobet , yang berbuntut pada dua gol pantulan Lazio.

“Jika Anda menyaksikan jalannya laga, maka kami terlihat lebih lemah di sektor pertahanan. Sesudah mendapatkan hasil ini, Anda mesti mendapatkan kritikan yang pedas. Kami kehilangan ketajaman di depan, serta melakukan hal yang buruk dan tidak beruntung dalam dua gol pantulan itu.”

“Kami bisa melepas enam atau tujuh kans, tapi tidak bisa dimaksimalkan. Kami semestinya menjaga penguasaan bola seperti pada 10 menit pertama pertandingan. Hal itu membuat kami lebih mudah menggempur lini belakang mereka,” timpalnya.

Sementara itu di kubu Lazio, pemain tengah mereka, Marco Parolo sangat mensyukuri kemenangan yang didapat dari laga derbi ini, serta berasumsi kalau ini hanyalah awal dari suatu hal yang spesial untuk timnya di hari mendatang.

“Itu sebuah kemenangan yang sangat layak kami dapatkan. Dibanding dengan derbi jilid pertama di musim ini, kami sudah tumbuh lebih baik, mudah-mudahan saja kami dapat selalu bermain seperti itu sampai musim depan. Menurut saya, Lazio berhasil meraih kemenangan lantaran mempunyai hasrat yang besar serta mau berkorban.”