Judi taruhan bola – Belakangan ini nama Paulo Dybala dipuja-puja oleh para pendukung klub Serie A, Juventus. Ia juga digadang-gadang sebagai calon suksesor Lionel Messi di timnas Argentina. Tak heran, jika banyak orang yang berekspektasi tinggi pada pemain muda yang satu ini. Sebab, kemampuan olah bolanya memang sangat luar biasa dan potensial sebagai calon bintang sepakbola masa depan.

Paulo Bruno Exequiel Dybala, lahir pada 15 November 1993 di Laguna Larga, Cordoba, Argentina. Kakeknya, Boleslaw Dybala adalah seorang imigran dari Polandia, yang hijrah ke Argentina saat Perang Dunia II. Dybala juga punya darah Italia dari neneknya Da Messa, yang berasal dari Naples. Jadi Dybala dan Italia sebenarnya punya hubungan yang sangat erat. Walau, pada akhirnya ia lebih memilih untuk memperkuat tim nasional Argentina.

Paulo Dybala memulai karier sepakbolanya dari klub lokal Argentina, Instituto de Cordoba. Saat itu Dybala dijuluki sebagai La Joya atau Permata. Ia memulai debutnya di Primera B Nacional atau divisi kedua Liga Argentina saat usianya 17 tahun. Di musim debutnya, Dybala bermain sebanyak 40 kali dengan mencetak 17 gol. Ia bahkan menjadi pencetak gol termuda dan memecahkan rekor Mario Kempes. Kala itu Dybala bermain dalam 38 pertandingan beruntun tanpa absen di liga profesional Argentina, yang mana catatan itu juga mengalahkan rekor Mario Kempes.

Bakatnya itu lalu terdengar oleh klub Serie A, Palermo. Pada 29 April 2012, Presiden Klub Maurizio Zamparini lalu memutuskan untuk merekrut Dybala, yang digadang-gadang sebagai “the new Sergio Aguero”. Baru pada Juli 2012, bomber muda ini mendapatkan kontrak profesionalnya di klub dengan durasi empat tahun. Ia pun membuat debutnya di Serie A di pertandingan melawan Lazio. Dybala lalu membuat gebrakan kala mencetak gol pertama dan keduanya di Italia pada 11 November 2012, yang juga memastikan kemenangan Palermo atas Sampdoria.

Masa terbaiknya bersama Palermo adalah di musim 2014/15, di mana ia berhasil membuat 10 gol di Serie A hanya dalam setengah musim. Di akhir musim, Dybala sukses membukukan total 13 gol dan 10 assist. Kesuksesan itu diraih bersama rekan sekaligus tandemnya, Franco Vazquez. Keduanya lalu dikait-kaitkan dengan beberapa tim papan atas Eropa di akhir musim.

Seperti yang telah diprediksi, Juventus pun pada akhirnya mendapatkan jasa Paulo Dybala dengan kontrak lima tahun. Dybala diboyong dari Palermo dengan fee 32 juta euro plus tambahan 8 juta euro. Ia mengenakan nomor punggung 21 peninggalan Andrea Pirlo, yang saat itu memutuskan hijrah dari Italia menuju Major League Soccer, Amerika Serikat.

Debutnya bersama Juve di mulai pada 8 Agustus 2015. Ia masuk di menit ke-61 untuk menggantikan Kingsley Coman, lagi-lagi di laga melawan Lazio pada pertandingan Supercoppa italiana. Hebatnya, Dybala langsung mencetak gol di laga debutnya, pada menit ke-73, yang menjadi gol kedua Juve di laga tersebut. Penampilan Judi taruhan bola Dybala sepanjang musim debutnya terbilang impresif. Total 23 gol ia gelontorkan untuk Si Nyonya Tua, dengan 19 gol di antaranya dicetak di Serie A. Ia pun mengakhiri musim dengan mengangkat trofi Serie A dan Coppa Italia.

Memasuki musim 2016/17, Paulo Dybala sempat ditawari warisan nomor punggung 10 dari Paul Pogba, yang hijrah ke Manchester United pada musim panas 2016. Namun demikian, Dybala memilih untuk mempertahankan nomor punggung 21 miliknya. Penampilan Dybala di awal-awal musim sempat menurun. Sampai pada akhirnya, ia kembali mencetak gol untuk Juve pada 27 September 2016 di ajang Liga Champions. Sedangkan gol pertamanya di Serie A 2016/17 baru tercipta pada  2 Oktober.

Sementara untuk karier internasionalnya, Paulo Dybala sebenarnya mempunyai tiga pilihan, yakni memperkuat timnas Polandia, Italia atau Argentina. Tapi sejak kecil, Dybala sudah mempunyai mimpi untuk bermain bersama skuat Albiceleste, yang mana merupakan tanah kelahirannya. Dybala beberapa kali dipanggil ke timnas di level junior, sebelum akhirnya menembus skuat senior pada September 2015.

Tapi saat itu pelatih Gerardo Martino, baru memberi kesempatan debut bagi Dybala pada 13 Oktober 2015, pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Paraguay. Dybala masuk di menit ke-75 menukar Carlos Tevez. Dybala juga diboyong dalam skuat Argentina untuk Copa America Centenario 2016, walau pada akhirnya harus menerima pil pahit timnya kalah di final dari Cili.