Jika Anda merupakan penggemar kompetisi Serie A Italia terutama Juventus, maka nama Miralem Pjanic pasti sudah tidak asing lagi. Saat ini ia bermain untuk Si Nyonya Tua mengisi posisi gelandang. Selain itu Pjanic juga masuk dalam skuat tim nasional Bosnia dan Herzegovina.

Miralem Pjanic terlahir di Tuzla, SFR Yugoslavia, yang kini telah berubah nama menjadi Bosnia dan Herzegovina, pada tanggal 2 April 1990. Ayahnya bernama Fahrudin dan ibunya bernama Fatima. Awal ketertarikannya kepada dunia sepakbola datang karena pengaruh ayahnya yang juga merupakan pemain sepakbola di kompetisi divisi ketiga di Yugoslavia. Kemudian ayahnya bergabung dengan skuat Luxembourg menyusul kepindahan keluarganya ke negara tersebut sebelum perang di Bosnia pecah.

Saat di Luxembourg, Pjanic sering hadir pada waktu latihan ayahnya dan menyaksikan berbagai pertandingan sepakbola bersama sang ayah. Kemudian ketika ia menginjak usia 7 tahun, ayahnya mulai menyadari bakat alami dan ketertarikan terhadap sepakbola dari sang anak, lalu mengajaknya bergabung dengan salah satu klub lokal, FC Schifflange 95 di Schifflange. Di situlah Pjanic mulai menarik perhatian klub-klub asal Belgia, Belanda dan Jerman. Pada tahun 2004 ia setuju untuk bermain membela Metz di skuat mudanya.

Melihat perjalannya sebelum bergabung dengan Juventus, Miralem Pjanic tercatat pernah bermain di Ligue 1 Prancis di mana ada dua klub yang penah dibela olehnya, yaitu Metz dan Olympique Lyon. Ia bermain untuk Metz di Ligue 1 pada musim 2007/08, dengan total pertandingan yang dimainkan sebanyak 38 pertandingan dan menyumbangkan 5 gol. Kemudian pada tahun 2008 ia ditawari kontrak oleh Lyon dan ia menerimanya. Hasilnya adalah ia bermain dalam 121 pertandingan bersama Lyon di berbagai kompetisi dan tercatat telah menyumbangkan total 16 gol, selama masa bermainnya hingga musim 2011/12.

Namun waktu di mana dia benar-benar bersinar adalah ketika ia bermain bersama dengan AS Roma di Serie A sejak tahun 2012. Pjanic bermain membela AS Roma sejak 2012 hingga 2016, di mana ia bermain sebanyak 185 kali untuk berbagai kompetisi bersama tim Serigala Ibukota dan menyumbangkan 30 gol.

Pada saat itulah Juventus mulai memperhatikan dan tertarik untuk mengajaknya bergabung di Juventus Stadium. Namun hal tersebut baru terlaksana pada tahun 2016 ketika kesepakatan akhirnya dicapai dalam perjanjian kontrak untuk Pjanic. Sejauh ini Pjanic telah bermain dalam 47 pertandingan membela Juventus dalam segala kompetisi dan tercatat telah menyumbangkan 8 gol bagi raksasa Serie A tersebut.

Mantan pemain dari skuat muda Luxembourg tersebut telah resmi tergabung dalam skuat tim nasional Bosnia dan Herzegovina sejak tahun 2008 yang lalu, dan hingga saat ini ia telah mengkoleksi 70 caps membela negaranya di kancah dunia. Dia mewakili negaranya tersebut ketika tim Bosnia dan Herzegovina memainkan pertandingan pertama mereka dalam turnamen besar yaitu ajang Piala Dunia FIFA 2014. Kemudian pada tahun 2015, dia termasuk dalam daftar 100 pemain sepakbola terbaik di seluruh dunia yang disusun oleh The Guardian, dimana ia menduduki posisi ke 55.

Pjanic mendapatkan julukan il piccolo principe atau yang berarti the little prince, ketika ia bermain bersama AS Roma. Ia juga seringkali digambarkan sebagai playmaker dengan gaya bermain usang namun memiliki kualitas teknik yang tinggi. Pjanic biasanya bermain sebagai playmaker walaupun sebenarnya ia memiliki kemampuan untuk bermain di berbagai posisi di lapangan tengah. Ia juga pernah dimainkan sebagai gelandang serang. Kekuatan Pjanic berada pada jarak umpan yang bisa dilakukannya, kemampuan mengolah bola dan ketajaman insting yang dimilikinya menjadikannya pemain yang sangat tepat untuk menghasilkan umpan dan assist yang berkualitas.

Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya adalah penghargaan sebagai pengoleksi assist terbanyak di Seria A sebanyak dua kali berturut-turut yaitu pada musim 2014/15 dan musim 2015/16. Kemudian ia dan timnya dinobatkan sebagai tim terbaik tahun ini di Serie A pada tahun 2015-2016. Sedangkan penghargaan yang baru diraihnya pada musim kemarin adalah penghargaan bergengsi yaitu tim terbaik tahun ini pada ajang EUFA Champions League pada musim 2016/17.