Judi bola online terpercaya Barcelona FC – Jerman memang sering melahirkan kiper-kiper berbakat di jagat sepakbola. Sebut saja nama-nama seperti Oliver Khan, Jens Lehmann, hingga Manuel Neuer. Dalam beberapa tahun terakhir, Marc-Andre ter Stegen pun muncul sebagai salah satu penjaga gawang yang disegani di Jerman. Ia memulai kariernya di Bundesliga dengan sangat apik, sebelum akhirnya bermain untuk Barcelona di La Liga pada saat ini.

Pemain kelahiran 30 April 1992 ini memulai karier profesionalnya bersama klub kota kelahirannya, Borussia Monchengladbach di kompetisi kasta tertinggi Liga Jerman, Bundesliga. Pada musim 2010/11, namanya sering muncul di bench tim utama Gladbach. Akan tetapi di musim itu, timnya justru hampir terdegradasi. Sebelum akhirnya pelatih Michael Frontzeck dipecat dan digantikan oleh Lucien Favre, yang berhasil menyelamatkan tim dari degradasi.

Sulit untuk masuk tim utama, Ter-Stegen dipercaya untuk memperkuat tim reserve. Sebelum pada akhirnya sang pelatih, Favre, mencadangkan kiper utama tim, Logan Bailly dan memberi kesempatan Ter-Stegen untuk promosi ke tim utama pada 10 April 2011. Saat itu, Ter Stegen diturunkan di laga kontra FC Koln. Ia sama sekali tidak mengecewakan sang pelatih dan mempertahankan posisinya sebagai kiper utama di sisa musim itu. Ter Stegen mencatatkan empat clean sheets dari lima laga yang dilakoninya dan menyelamatkan timnya dari play off degradasi.

Sampai dengan musim 2013/14, penampilan Marc-Andre ter Stegen pun semakin matang. Ia pun sempat beberapa kali dipanggil untuk memperkuat tim nasional Jerman. Lalu pada 19 Mei 2014, raksasa Catalan, Barcelona berhasil membujuk Monchengladbach untuk melepas sang pemain. Momen emosional pun sempat terjadi di laga terakhir Ter Stegen untuk Gladbach. Ia sampai menitikan air mata sambil bertepuk tangan ke arah para penonton.

Barca merekrut kiper muda Jerman ini setelah mencoret Victor Valdes dan Jose Manuel Pinto, dua kiper yang kaya akan pengalaman. Ter Stegen meneken kontrak selama lima tahun, dan membuatnya bertahan di Barca sampai 2019 mendatang. Nilai transfernya diketahui mencapai 12 juta euro, dan di dalam perjanjian kontraknya terdapat klausul pembelian senilai 80 juta euro.

Pada awal kariernya bersama Barca, para fans sempat meragukan kapasitas kiper yang satu ini. Apalagi ia pernah mengalami cedera di pertandingan liga pertamanya bersama Barca. Alhasil, Luis Enrique memilih untuk menjadikan Claudio Bravo sebagai kiper utama. Enrique pun memutuskan Bravo menjadi kiper utama untuk ajang La Liga, sementara Ter Stegen akan ditampilkan di Copa del Rey dan Liga Champions. Akan tetapi, dari jumlah penampilan, Bravo jelas lebih banyak. Hal itu yang sempat menimbulkan kecemburuan Ter Stegen. Judi bola online terpercaya

Peraturan yang ditetapkan Enrique itu berjalan sepanjang musim 2014/15 dan 2015/16. Akan tetapi di akhir musim 2015/16, ia sempat mengumbar rencana hengkang kalau ia tidak bisa mendapat lebih banyak kesempatan bermain reguler untuk klub. Akhirnya, Bravo pun menjadi ‘korban’ dalam hal ini. Kiper asal Cile itu meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Pep Guardiola di Manchester City. Secara tidak langsung, Ter Stegen pun langsung berubah statusnya menjadi kiper utama. Walau, pada akhirnya Barca juga kembali mendatangkan satu kiper anyar dari Ajax, Jasper Cillessen. Cedera yang dialami Cillessen di awal kariernya bersama Blaugrana pun, sedikit banyak memberi keuntungan pada Ter Stegen utnuk mendapatkan lebih banyak peluang bermain.

Akan tetapi, performa Marc-Andre ter Stegen memang tidak selalu prima. Beberapa kali sepanjang dua musim terakhir ia membuat kekeliruan yang bisa dibilang konyol. Terbaru, pada 2 Oktober 2016 lalu, Ter Stegen melakukan dua kesalahan sekaligus dalam satu pertandingan. Hal itu harus dibayar mahal dengan kekalahan Barca dari Celta Vigo dengan skor 4-3. Setelah pertandingan, ia pun meminta maaf kepada para pendukung timnya, tapi bersikukuh akan tetap bermain dengan ‘gayanya’ sendiri di atas lapangan.

Tapi cukup disayangkan karena untuk bisa masuk ke tim utama timnas Jerman, Ter Stegen nampaknya masih akan kesulitan. Sebab, Tim Panzer masih memercayai Manuel Neuer sebagai penjaga gawang utama, yang saat ini bahkan menjadi kapten tim. Sejauh ini Ter Stegen hanya mempunyai sembilan caps di level timnas senior.