Situs judi – Kevin de Bruyne disebut-sebut sebagai salah satu gelandang terbaik yang ada di Eropa saat ini. Bermain untuk klub Premier League, Manchester City dan tim nasional Belgia, De Bruyne memang punya karakter yang kuat sebagai seorang gelandang. Ia bisa dimainkan sebagai gelandang serang atau secon striker. Tekniknya yang bagus, serta umpan-umpannya yang akurat juga membuat De Bruyne dideskripsikan sebagai playmaker moderen.

De Bruyne lahir pada 28 Juni 1991 dan memulai karier juniornya pada tahun 2003 dengan klub lokal, KVV Drongen. Ia lalu melanjutkan kariernya di Gent lalu hijrah ke Genk pada tahun 2005. Menapaki karier dari level junior, pada akhirnya De Bruyne masuk ke skuat utama Genk pada tahun 2008. Debut seniornya bersama Genk terjadi pada 9 Mei 2009. Saat itu timnya kalah 3-0 dari Charleroi. Baru di musim berikutnya, ia masuk dalam daftar pemain di tim utama.

Nyaris setahun setelah debutnya bersama tim utama, De Bruyne akhirnya sukses menceploskan gol debutnya pada 7 Februari 2010, yang mana mengunci kemenangan timnya atas Standard Liege dengan skor 1-0. Sepanjang musim 2010/11, De Bruyne mengoleksi lima gol dan 16 assist dari 32 penampilannya di liga. Performa gemilang De Bruyne itu sukses mengantarkan Genk meraih gelar juara liga ketiga mereka.

Nama Kevin de Bruyne pun mulai diperhitungkan di kancah sepakbola Belgia pada musim berikutnya. Sepanjang musim 2011/12, total gelandang yang satu ini tampil 28 kali dengan torehan delapan gol. Ia menceploskan gol terakhirnya untuk Genk di pertandingan pamungkas musim saat menumbangkan Gent 3-1. Setelah itu, De Bruyne dikabarkan telah menyepakati transfer ke Chelsea dan mengarungi musim berikutnya di Premier League.

De Bruyne dikontrak Chelsea tepat pada deadline day bursa transfer Januari 2012. Ia direkrut dengan mahar 7 juta poundsterling dan kontrak selama lima setengah tahun. Akan tetapi setelahnya, Chelsea memutuskan untuk membiarkan De Bruyne tetap bertahan di Gent selama paruh kedua musim 2011/12. Baru pada musim panas 2012, De Bruyne turut dibawa dalam tur pramusim The Blues. Ia diturunkan dalam laga persahabatan melawan tim MLS, Seattle Sounders dan berhasil membawa timnya menang 4-2.

Tapi sejak kedatangannya ke Chelsea, tidak ada hal memukau yang bisa dilakukan oleh De Bruyne. Ia juga gagal mencuri perhatian pelatih, hingga akhirnya hanya dimainkan sebanyak tiga kali di liga. Dipinjamkan ke tim lain pun menjadi jalan keluar bagi The Blues, lantaran sang pemain masih mempunyai kontrak yang panjang.

Kevin de Bruyne lalu dipinjamkan ke klub Bundesliga, Werder Bremen selama semusim. Penampilannya tidak buruk, karena dalam Situs judi 33 penampilannya di liga, De Bruyne sukses menceploskan 10 gol. Pada akhirnya, pemain internasional Belgia itu pulang ke Chelsea untuk mendapat peruntungan keduanya. Meski sempat dilirik beberapa tim dari Bundesliga, tapi Jose Mourinho, yang saat itu baru saja kembali ke Chelsea, memutuskan untuk tetap mempertahankan De Bruyne di timnya. Tapi musim keduanya di Chelsea juga gagal total.

Alhasil, manajemen The Blues membuangnya kembali ke Bundesliga untuk bergabung ke Wolfsburg. Tak disangka, De Bruyne bak singa yang terbangun dari tidurnya. Dibeli dengan mahar 18 juta poundsterling, De Bruyne menjadi pemain terbaik Bundesliga pada musim 2014/15 dan membawa timnya menjuarai DFB-Pokal 2014/15 dan DFL-Supercup 2015.

Hal itu yang lalu membuat Manchester City kepincut untuk memboyongnya. Pada 30 Agustus 2015, Manchester City mengumumkan kepindahan De Bruyne dari Wolfsburg dengan kontrak enam tahun dan nilai transfer mencapai 55 juta poundsterling. Nilai itu menjadi yang termahal kedua setelah Angel di Maria, yang dibeli Manchester United dari Real Madrid pada 2014 lalu. Namun De Bruyne menjadi yang termahal ketiga, setelah Paul Pogba datang ke MU dengan status pemain termahal sejagat.

Sejauh ini Kevin de Bruyne menjadi pemain vital di lini tengah Manchester City, baik di era kepelatihan Manuel Pellegrini di musim 2015/16 ataupun saat Pep Guardiola mulai menjabat di musim 2016/17. Guardiola pun tidak memungkiri kalau Kevin de Bruyne merupakan pemain yang spesial di timnya. Tanpa bola ia adalah seorang petarung, dan dengan bol pergerakannya sangat jelas, dia segalanya. Begitu komentar Pep Guardiola atas penampilan apik De Bruyne pada September 2016 lalu.