Bandar bola sbobet FC Porto – Iker Casillas Fernández, lahir di Mostoles, Community of Madrid, pada 20 Mei 1981 dari pasangan Jose Luis Casillas dan Maria del Carmen Fernandez Gonzalez. Ia merupakan sosok kiper legendaris Spanyol, yang kini bermain untuk klub Portugal, FC Porto. Bisa dibilang, kariernya di Spanyol telah ‘habis’ saat ini. Hal itulah yang mendorongnya untuk hijrah ke liga lain.

Iker Casillas menjadi satu di antara sekian banyak kiper top di Eropa. Tapi kiper yang satu ini memang layak untuk menyandang predikat sebagai yang terbaik sejagat. Berbarengan tim sebelumnya Real Madrid, Iker Casillas telah memenangkan banyak gelar juara. Sebelum akhirnya ia merapat ke tim Liga Portugal, FC Porto. Kariernya di timnas Spanyol juga termasuk cemerlang. Penjaga gawang yang satu ini adalah kapten saat La Furia Roja mencapai masa kejayaan mereka di ajang Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2012.

Kiper yang satu ini memulai perjalanan di dunia sepakbola dengan bergabung ke Real Madrid. Casillas ini adalah penjaga gawang asli didikan akademi muda Real Madrid, Castilla. Sesudah mengawali beberapa tahun pertamanya bersama tim junior Real Madrid, Casillas pun pada akhirnya diberi peluang untuk promosi ke tim senior El Real pada musim 1999/00. Ia bahkan pernah jadi penjaga gawang termuda yang bermain di final Liga Champions tahun 2000. Bahkan saat itu Madrid sukses menaklukkan Valencia dengan skor 3-0. Semenjak itu, Casillas selalu jadi pilihan nomor satu di bawah mistar Los Blancos, menggusur kiper senior Madrid asal Jerman, Bodo Illgner.

Kesetiaan Iker Casillas terhadap Real Madrid tidak perlu diragukan lagi. Hal itu dapat dilihat dari jejeran bintang-bintang El Real yang datang serta pergi di setiap musimnya. Sebut saja pemain-pemain seperti Ronaldo, Roberto Carlos, Luis Figo, hingga David Beckham. Mungkin 10 pemain yang ada di depannya selalu berganti, tapi orang yang ada di bawah mistar Madrid, tidak pernah berubah, setidaknya hingga musim panas 2015 lalu.

Pada musim 2007-08, Casillas pernah mendapatkan Zamora Trophy, yakni pernghargaan yang diberikan kepada penjaga gawang paling sedikit kebobolan di La Liga. Performanya yang gemilang itu pula yang membuatnya mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik dari FIFA serta IFFHS selama 4 tahun berturut-turut, dimulai sejak tahun 2008 sampai  2011.

Sejak kapten Madrid, Raul Gonzalez hijrah ke Schalke 04, Ikar Casillas pun ditunjuk menjadi kapten tim oleh pelatih Madrid saat itu, Jose Mourinho. Casillas lalu membayar lunas keyakinan yang diberikan sang pelatih dengan menghadirkan gelar La Liga Spanyol bagi Madrid pada musim 2011/12, yang sekaligus meruntuhkan dominasi Barca sepanjang tiga musim terakhir.

Ban kapten juga masih melingkar di lengan Casillas ketika Real Madrid mengangkat trofi juara Liga Champions di musim 2014 ketika menaklukkan seteru sekota Atletico Madrid. Sebelum akhirnya, manajemen Madrid mencampakkan sang legenda tim. Casillas dalam sebuah wawancara perpisahannya bahkan sampai berlinang air mata karena harus meninggalkan klub, yang telah lama ia bela. Namun, pada akhirnya ia harus mencari peruntungan lain dengan bergabung ke FC Porto sejak musim 2015/16. Sejak saat itu, Madrid memercayakan posisi kiper kepada Bandar bola sbobet Keylor Navas dan Kiko Casilla.

Sementara itu di level internasional, karier Iker Casillas bersama timnas Spanyol bermula pada 3 Juni 2000. Ketika itu ia memperkuat Spanyol di laga kontra Swedia. Umurnya baru 19 tahun 14 hari. Bahkan hanya butuh dua tahun bagi Casillas untuk langsung menjadi penjaga gawang nomor satu La Furia Roja, yakni sejak gelaran Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. Ketika itu, kondisi penjaga gawang nomor satu Spanyol, Santiago Canizares sedang mengalami cedera.

Salah satu momen paling tak terlupakan bagi Casillas selain mengangkat tiga trofi di tiga kompetisi elit dunia secara beruntun adalah saat berhasil menjaga gawangnya hanya kebobolan satu gol di enam laga Piala Eropa 2012. Saat itu hanya Antonio Di Natale, yang bisa menjebol gawang Casillas di babak group. Terakhir, Casillas juga masih dipanggil oleh timnas Spanyol untuk memperkuat tim di gelaran Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016. Sayangnya, masa keemasan Spanyol telah berakhir. Dua ajang tersebut gagal dimaksimalkan oleh Iker Casillas dkk. Tapi setidaknya, Casillas sudah jadi pemegang caps paling banyak berbarengan Tim Matador dengan 167 caps.