Profil Henrikh Mkhitaryan, Manchester United

Henrikh Mkhitaryan, yang lahir pada tanggal 21 Januari 1989, merupakan seorang pemain sepakbola profesional yang kini sedang bermain untuk membela klub asal Inggris Manchester United sebagai gelandang tengah. Selain itu, Mkhitaryan juga merupakan seorang anggota timnas Armenia.

Klub pertama yang menaungi Mkhitaryan adalah Pyunik. Ia bergabung dengan Pyunik pada tahun 2005 saat masih berusia 15 tahun, di mana saat itu pula ia menerima gaji pertamanya sebagai seorang pemain sepakbola. Setahun kemudian, ia memulai debutnya di tim inti Pyunik saat usianya baru saja genap 17 tahun. Selama musim itu ia berhasil mencetak 11 gol dari 10 pertandingan pada sebuah liga. Dalam musim keempatnya bersama Pyunik, klub tersebut ternyata juga berhasil memenangkan liga di 4 musim berturut-turut (2006, 2007, 2008, dan 2009). Selain itu, bersama Mkhitaryan, Pyunik juga berhasil memenangkan Armenian Supercup sebanyak 2 kali, yakni pada 2007 dan 2009.

Setelah keluar dari Pyunik pada 2009, Mkhitaryan akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama Metalurh Donetsk. Saat bergabung dengan klub tersebut, Mkhitaryan memulai debutnya pada 19 Juli 2009 dalam sebuah pertandingan melawan klub Dinpro Dnipropetrovsk, yang berakhir imbang 0-0. Kemudian, setelah berbagai pertandingan dilalui, Mkhitaryan akhirnya diangkat menjadi kapten dalam klub tersebut pada 14 Juli 2010, di mana hal ini sekaligus menjadikannya kapten termuda berusia 21 tahun dalam sejarah Metalurh Donetsk. Secara keseluruhan, Mkhitaryan bermain dalam 45 laga dengan 16 kali mencetak gol.

Pasca keluar dari Metalurh Donetsk, Mkhitaryan bergabung dengan Shakhtar Donetsk pada 30 Agustus 2010 dengan nilai transfer sebesar 7,5 miliar USD. Selama masa bergabungnya Mkhitaryan, Shakhtar berhasil memenangkan 3 buah kejuaraan, yakni Liga Premier Ukraina, Ukrainian Cup, dan juga Super Cup. Hal inilah yang membuat Mkhitaryan dilirik oleh Borussia Dortmund.

Pada 25 Juni 2013, Borussia Dortmund diberitakan telah melakukan penawaran kepada Shakhtar sebesar 30 milliar USD untuk Mkhitaryan. Namun, penawaran ini memiliki beberapa kendala dan tidak segera diterima. Akhirnya, setelah proses negosiasi, Mkhitaryan dikabarkan berangkan ke Jerman untuk melakukan tes kesehatan sebagai bagian dari proses penerimaan pemain di Dortmund.

Akhirnya, pada 8 Juli 2013, Borussia Dortmund mengumumkan bahwa Mkhitaryan telah bergabung dengan nilai transfer sebesar 23.6 milliar USD, di mana harga ini merupakan harga tertinggi dalam sejarah Borussia Dortmund.

Bersama Borussia Dortmund, Mkhitaryan memulai debutnya pada pertandingan persahabatan antara Dortmund melawan FC Basel pada 10 Juli 2013. Pada pertandingan itu, Mkhitaryan berhasil membuat satu assist untuk Marco Reus. Kemudian, selang 16 menit kemudian, Mkhitaryan berhasil mecetak golnya sendiri yang merupakan gol perdananya bersama Borussia Dortmund. Gol ini pun mengukuhkan kemenangan Dortmund dengan skor 3-1 dalam pertandingan tersebut.

Sayangnya Mkhitaryan harus berhenti dari tim utama untuk sementara. Dalam 2013 DFL Supercup, nama Mkhitaryan tidak muncul di dalam daftar pemain skuat inti lantaran mengalami cedera pada pertandingan sebelumnya. Namun, setelah absen selama 3 minggu, Mikthtaryan dapat segera kembali dan membela Dortmund.

Musim 2015-16 adalah musim terakhir bagi Mkhitaryan untuk bermain bersama Borussia Dortmund. Pada 2 Juli 2016, Manchester United. Hal ini pun akhirnya terkonfirmasi 4 hari kemudian ketika Mkhitaryan menandatangani kontrak bersama Manchester United yang berlaku selama 4 tahun. Debutnya bersama MU adalah sebuah pertandingan melawan Wigan Atlentic dengan skor kemenangan 2-0. Hingga kini, Mkhitaryan masih bermain bersama Manchester United.

Henrikh Mkhitaryan mempunyai satu masa kelam dalam kehidupannya, yakni ketika ayahnya, Hamlet, meninggal dunia. Hal itu tak dipungkiri sangat berdampak besar pada kehidupan Mkhitaryan. Akan tetapi ia tetap merasa kalau ayahnya masih hidup bersamanya, walau semua diakuinya terasa sangat berbeda. “Aku percaya dia melihatku dan merasa bangga padaku,” kata Mkhitaryan soal ayahnya.

Ada satu lagi fakta menarik tentang Mkhitayran. Jauh sebelum ia berprofesi sebagai pemain sepakbola untuk klub-klub besar Eropa seperti Shaktar Donetsk, Borussia Dortmund, hingga sekarang Manchester United, pemain yang kerap disapa Micky ini ternyata adalah seorang sprinter. Tak heran jika akselerasinya saat membawa bola pun sering sangat merepotkan lawan.