Sbobet casino Juventus – Gonzalo Gerardo Higuain, lahir pada 10 Desember 1987 di Brest, Prancis. Ia merupakan putra dari seorang pesepakbola Argentina, Jorge Higuain, yang pernah bermain untuk klub Stade Brestois. Saat ini, Higuain merupakan salah satu pemain sepakbola top di Eropa yang bergabung bersama klub Serie A, Juventus serta masih menjadi bagian dari tim nasional Argentina.

Walaupun lahir di Prancis, pemain berjuluk El Pipita ini memang mempunyai kewarganegaraan ganda. Ia hijrah dari Prancis pada usia 10 bulan, saat sama sekali belum bisa berbahasa Prancis. Akan tetapi, ia tetap mempunyai kewarganegaraan Prancis. Kewarganegaraan Argentina-nya lalu ia dapatkan pada Januari 2007 lalu. Walau mempunyai kewarganegaraan ganda, akan tetapi Higuain lebih memilih untuk membela tim nasional negara asal ayahnya, yakni Argentina.

Gonzalo Higuain memang terlahir dari keluarga yang berdarah sepakbola. Selain ayahnya, dua kakaknya, yakni Nicolas dan Federico, juga merupakan pemain sepakbola profesional, yang bermain untuk klub Major League Soccer (MLS), yakni Columbus Crew. Ia juga punya seorang adik laki-laki bernama Lautaro.

Meski belum mendapat paspor Argentina, namun di Higuain memulai kariernya dari Negeri Tango tersebut. Ia pun bergabung akademi River Plate dan menjalani debutnya pada 29 Mei 2005. Gol pertamanya di liga dibuatnya ketika menghadpai Banfield. Di musim 2005/06, Higuain mengakhiri musim dengan mencetak lima gol dari 12 penampilannya.

Satu laga yang pastinya paling tidak akan dilupakan oleh Higuain adalah ketika ia membuat brace (2 gol) di laga bertajuk Superclasico derby antara River Plate melawan Boca Juniors pada 8 Oktober 2006. Pelatihnya saat itu, Daniel Passarella, mendeklarasikan kalau Higuain mempunyai masa depan yang cerah. Di musim itu, Higuain pun sukses mencetak 10 gol dari 17 laga.

Namun, itu hanyalah sepenggal dari perjalanannya sebelum kembali ke Eropa, benua di mana ia lahir. ‘Los Galacticos’ Real Madrid memberanikan diri untuk merekrut Gonzalo Higuain saat itu dengan mahar 12 juta euro dari River Plat pada Desember 2006. Beberapa hari kemudian, Higuain menjalani debutnya pada 11 Januari 2007 di laga Copa del Rey melawan Real Betis.

Karier Higuain bersama Madrid kemudian berakhir pada musim 2012/13. Akan tetapi, ia meninggalkan klub dengan torehan beberapa trofi. Di antaranya tiga trofi La Liga, yang didapat pada musim 2006/07, 2007/08 dan 2001/12. Ditambah satu trofi Copa del Rey (2010/11) dan dua Piala Super Spanyol (2008 dan 2012).

Setelah itu, Higuain menjajal peruntungan di Serie A, untuk bergabung ke Napoli. Ia diboyong Napoli dengan mahar 40 juta euro dan mengenakan nomor punggung 9. Bersama Partenopei, Higuain cukup sukses sebagai pemain. Ia sempat sekali menjadi topskorer Serie A, yakni di musim 2015/16. Sementara untuk raihan trofi, Higuain ‘hanya’ sempat meraih trofi Coppa Italia 2013/14 dan Piala Super Italia 2014. Untuk Serie A, Napoli masih belum sanggup bersaing dengan Juventus.

Menariknya, Hiugain justru pindah ke Juventus setelah menghabiskan tiga musim bersama Napoli. Ia awalnya hanya sebatas diberitakan bakal pindah Sbobet casino dari Napoli. Tapi pada 26 Juli 2016, Higuain resmi bergabung dengan klub rival, Juventus dengan fee 90 juta euro. Ia memecahkan rekor sebagai pemain termahal yang dibeli klub Italia. Tiga hari setelah hijrah ke Juve, Higuain baru mengungkap alasannya, yakni karena ketidakharmonisannya dengan chairman Napoli, Aurelio De Laurentiis. Di musim 2016/17 pun bomber asal Argentina itu bermain sangat tajam bersama Si Nyonya Tua.

Sementara selama karier internasionalnya, Gonzalo Higuain sempat merasakan beberapa ajang besar. Timnas Argentina sendiri mulai memanggilnya pada 2009 atau dua tahun setelah Higuain memegang paspor Argentina. Tercatat, ia pernah turut bertanding di ajang Piala Dunia 2010, Copa America 2011, Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016. Ia belum meraih prestasi tertinggi bersama negaranya. Peluang sebenarnya terbuka lebar dalam tiga tahun terakhir, yakni saat Argentina masuk ke final Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016. Akan tetapi, Gonzalo Higuain dkk takluk di tiga final tersebut, sekali dari Jerman dan dua kali kalah dari Cile.