Barcelona FC – Gerard Pique Bernabeu atau lebih dikenal dengan nama Gerard Pique, merupakan pesepakbola profesional yang bermain untuk klub La Liga, Barcelona. Ia juga salah satu penggawa andalan di tim nasional senior Spanyol. Pria kelahiran 2 Februari 1987 ini adalah seorang bek tengah handal, yang juga dikenal dengan segudang kontroversinya.

Pique merupakan produk asli akademi muda Barcelona, La Masia. Akan tetapi ia bukan memulai karier profesionalnya bersama klub asal Catalan itu. Melainkan Pique memilih untuk hijrah ke Inggris dan mencoba peruntungan bersama Manchester United di tahun 2004. Bersama tim itu, Pique menghabiskan karier selama empat tahun, sebelum akhirnya pulang ke ‘rumahnya’.

Dalam perjalanan kariernya, Gerard Pique sebenarnya adalah seorang gelandang bertahan. Akan tetapi sebelum Barcelona mengikatnya dengan kontrak profesional, ia terlebih dahulu bergabung ke Manchester United. Tapi saat itu usia Pique masih terlalu muda untuk mendatangani kontrak profesional. Setelah melewati masalahnya, Pique lalu memulai debutnya bersama Manchester United pada bulan Oktober 2004. Ia masuk menggantikan John O’Shea saat MU menang 3-0 atas Crewe Alexandra di ajang Piala Liga.

Di laga debutnya, Pique tidak bermain sebagai gelandang bertahan, melainkan di posisi bek tengah. Debutnya secara penuh baru terjadi pada 29 Maret 2006 di laga melawan West Ham United di Premier League. Pada pertandingan yang berlangsung di Old Trafford itu, Pique dimainkan sebagai bek kanan, lantaran Gary Neville harus absen kala itu akibat cedera.

Sebelum bermain reguler bersama tim utama, Pique memang sempat menghabiskan kariernya di tim reverse MU. Dengan penampilannya yang sangat menonjol, ia lalu mendapatkan kontrak baru di tahun 2005, yang mengikatnya sampai musim panas 2009. Akan tetapi kariernya juga tidak mulus-mulus amat bersama tim utama MU. Pique pernah dipinjamkan ke Real Zaragoza dan bermain sebanyak 22 kali di tim La Liga itu.

Pique mengumumkan untuk bertahan di Old Trafford di tahun 2007. Tapi sepanjang musim 2007/08, Pique hanya bermain sebanyak sembilan kali. Walau turut menjuarai Liga Champions bersama MU, tapi di musim berikutnya Pique akhirnya memutuskan untuk pulang ke Barcelona.

Di bawah asuhan Pep Guardiola, Gerard Pique lalu meraih prestasi gemilang bersama Barcelona. Ia menjadi bagian tim yang sukses menjuarai tiga gelar sekaligus atau treble winners di musim 2008/09 dan 2014/15. Luar biasanya, Pique menjadi satu dari empat pemain, yang pernah menjuarai ajang Liga Champions dua tahun berturut-turut dengan dua tim yang berbeda. Sebab, sebelum ia memenangi treble bersama Barca di musim 2008/09, Pique sukses mengangkat trofi ‘Si Kuping Besar’ bersama United. Adapun tiga pemain lain yang pernah melakukan hal serupa adalah Paulo Sousa, Marcel Desailly dan Samuel Eto’o.

Sementara itu karier internasional Pique sudah dimulai sejak di tim U-19. Saat masih memperkuat MU, Pique dipanggil untuk memperkuat timnas Spanyol U-19 di ajang Piala Eropa. Performanya sangat solid sepanjang turnamen, hingga mengantarkan Tim Matador muda menjuarai ajang itu, setelah mengalahkan Skotlandia di final. Pique lalu dipanggil untuk mengikuti Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Baru pada tahun 2009, namanya pertama kali muncul di skuat senior La Furia Roja, dalam laga persahabatan menghadapi Inggris.

Keberadaan Carles Puyol saat itu tak dipungkiri membuat Pique kesulitan untuk menembus skuat utama timnas Spanyol. Tapi di Piala Dunia 2010, Pique akhirnya menjadi pemain pilihan utama timnas Spanyol bersama Puyol. Duet bek tengah yang satu ini membuat gawang Spanyol hanya kebobolan dua kali dalam tujuh pertandingan sepanjang kejuaraan dunia yang berlangsung di Afrika Selatan itu. Prestasi tertinggi Pique bersama timnas Spanyol senior adalah berhasil menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Sementara itu di luar lapangan, Gerard Pique dikenal sebagai pemain yang sering melontarkan kalimat-kalimat bernada menyerang lawan. Terlebih kepada Real Madrid dan para pemain klub rival Barcelona itu. Tercatat Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo sering saling lempar ‘serangan’ dengan Pique lewat perantara media. Situasi ini pun sering membuat laga El Clasico antara Real Madrid kontra Barcelona semakin panas, baik sebelum maupun setelah pertandingan.