Profil Edinson Cavani, Paris Saint-Germain

profil manuel neuer sang kiper Bayern Munich
Profil Manuel Neuer, Bayern Munich
April 5, 2017
Profile pemain bola Real Madrid Sergio Ramos
Profil Sergio Ramos, Real Madrid
April 7, 2017

Profil Edinson Cavani, Paris Saint-Germain

profile pemain Paris Saint-Germain edinson cavani

judi kasino – Bomber gaek asal Uruguay, Edinson Cavani, saat ini menjadi tumpuan utama Paris Saint-Germain di lini depan, setelah kepindahan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United. Penampilannya terbilang gemilang di musim 2016/17 ini. Ia menjadi salah satu lumbung gol PSG, yang sukses mengantarkan timnya mampu bersaing di papan atas klasemen Ligue 1, meski tanpa kehadiran Ibracadabra.

Pemain bernama lengkap Edinson Roberto Cavani Gomez, lahir di Salto, Uruguay pada 14 Februari 1987 dari pasangan Berta Gomez dan Luis Cavani. Ia mempunya dua saudara laki-laki yang juga menjadi seorang pemain sepakbola, yakni Walter Guglielmone (39) dan Christian (31). Itu membuat Cavani menjadi musketeer termuda dari tiga bersaudara di keluarganya.

Edinson Cavani merupakan seorang striker dengan karakter yang kuat, cepat dan mempunyai teknik tinggi. Bomber PSG ini sering disebut-sebut sebagai gambaran sosok striker modern di era ini. Dia dikenal sebagai penyerang yang bisa mencetak gol-gol impresif, baik dengan kepalanya atau kakinya. Cavani juga merupakan seorang penendang set-piece yang handal. Ia juga bisa ditempatkan beberapa posisi, di luar dari posisi aslinya sebagai penyerang tengah, seperti winger atau second striker.

Cavani memulai kariernya dengan bermain untuk klub Danubio di Montevideo, di mana ia bermain selama dua tahun. Sebelum akhirnya ia hijrah ke Palermo pada tahun 2007. Bersama Palermo, kariernya cukup cemerlang dengan tampil dalam 109 pertandingan di liga. Total 34 gol ia buat selama empat tahun kariernya di klub Serie A itu. Melihat potensi besar dalam diri Cavani, Napoli lalu bergegas membajak sang pemain dari Palermo di tahun 2010. Pada saat itu Partenopei terelbih dahulu meminjam sang pemain, sebelum akhirnya mempermanenkan statusnya dengan biaya 17 juta euro.

Di Napoli, nama Edinson Cavani semakin melambung. Terlebih di musim 2011/12 ia berhasil mengantarkan timnya meraih gelar Coppa Italia pertama, yang mana ia sukses menjadi top skorer dengan raihan lima gol. Bahkan Cavani membukukan masing-masing 33 gol dalam dua musim pertamanya bersama Napoli, dan mencetak 38 gol di musim berikutnya. Ia juga sempat menjadi top skorer Serie A dengan catatan 29 gol.

Namun puncak karier Cavani bisa dibilang saat ia bergabung bersama Paris Saint Germain. Pad musim panas 2013, Cavani diboyong klub kaya raya Ligue 1 itu dengan kontrak selama lima tahun. Tidak diketahui pasti berapa dana yang dikucurkan Les Parisiens kepada Napoli. Tapi kabarnya, Cavani dilepas dengan mahar 64 juta euro. Nilai ini menjadikan sang pemain sebagai satu dari sepuluh pemain termahal dalam sejarah sepakbola. Bahkan dalam sepakbola Prancis, nilai transfer Cavani memecahkan rekor judi kasino 60 juta euro saat AS Monaco mendatangkan Radamel Falcao dari Atletico Madrid.

Di PSG Cavani juga kembali bergabung dengan mantan rekan setimnya di Napoli, Ezequiel Lavezzi. Bersama PSG, Cavani sukses memenangkan tiga gelar juara Ligue 1, tiga gelar Coupe de la Ligue dan dua Coupe de France. Sayangnya ia dan timnya selalu gagal meraih gelar juara Liga Champions sejak kedatangannya. Hal itu tidak lepas dari penampilan tidak konsisten PSG tiap kali menembus babak knock-out.

Sementara itu karier internasionalnya bersama tim nasional Uruguay terbilang cukup baik. Edinson Cavani memulai debutnya untuk timnas pada 6 Februari 2008. Saat itu timnya menghadapi Kolombia. Sampai saat ini total sudah 90 caps yang dibautnya, dengan gelontoran 38 gol, hanya lebih sedikit dari kompatriotnya Luis Suarez. Sebagai penggawa timnas, Cavani pernah merasakan enam turnamen internasional bergengsi. Di antaranya Piala Dunia 2010, Copa America 2011, Piala Konfederasi 2013, Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016.

Pada gelaran Piala Dunia 2010, Cavani juga turut menyumbangkan satu gol untuk membantu timnya finis di posisi keempat dalam turnamen tersebut. Setahun berikutnya, pemain yang mengidolakan Gabriel Batistuta itu akhirnya mempersembahkan gelar internasional pertamanya untuk Uruguay, dengan meraih gelar Copa America ke-15 sepanjang sejarah tim.

Di luar lapangan hijau, Cavani pernah menikah dengan wanita bernama Maria Soledad Cabriks Yarrus. Ia dikaruniai dua orang anak, yakni Bautista (lahir 22 Maret 2011) dan Lucas (lahir 8 Maret 2013). Tapi pada tahun 2014, Cavani mengumumkan perceraian dengan istrinya, diikuti dengan perpisahan dua tahun kemudian.