Profil Bastian Schweinsteiger, Chicago Fire

Profil Angel Di Maria, pemain bola tim Paris Saint-Germain
Profil Angel Di Maria, Paris Saint-Germain
April 30, 2017
Profil Raheem Sterling, pemain bola profesional Manchester City
Profil Raheem Sterling, Manchester City
May 2, 2017

Profil Bastian Schweinsteiger, Chicago Fire

Profil Bastian Schweinsteiger pemain tim bola Chicago Fire

Bandar sbobet Chicago Fire – Nama Bastian Schweinsteiger masih masuk dalam jajaran salah satu pesepakbola top di Jerman hingga saat ini. Walau sudah tidak berkarier lagi di Jerman, namun jasa-jasanya masih selalu dikenang oleh para pendukung timnas Jerman ataupun Bayern Munich. Ya, pemain kelahiran 1 Agustus 1984 itu saat ini sudah mendekati masa pensiunnya dan berkarier di Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat, bersama klub Chicago Fire. Ia pun saat ini sudah pensiun dari timnas Jerman.

Basti, sapaan akrab Schweinsteiger, adalah pesepakbola yang identik dengan kaki kanannya. Umumnya ia dimainkan sebagai pemain tengah, tapi juga tidak jarang berperan sebagai wide midfielder. Karier sepakbola Basti sangatlah lekat dengan Bayern Munich. Ia menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama klub raksasa Bundesliga itu.

Bastian Schweinsteiger pertama kali bergabung dengan tim muda Bayern pada 1 Juli 1998. Setelah berhasil menjuarai kejuaraan junior di Jerman pada Juli 2002, nama Schweinsteiger pun langsung muncul di tim reserve Bayern. Setelah menjalani dua sesi latihan bersama tim utama, pelatih Bayern saat itu, Ottmar Hitzfeld pun memberi Schweinsteiger debut di usia 18 tahun. Ia masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan Liga Champions kontra RC Lens pada November 2002. Sebagai seorang pemain muda, dampaknya cukup besar di laga tersebut. Ia juga menjadi kreator dari gol Markus Feulner hanya beberapa menti setelah masuk.

Bastian Schweinsteiger menandatangani kontra profesionalnya bersama Bayern setelah 14 kali tampil bersama tim utama Die Roten pada musim 2002/03. Ia turut membantu timnya memenangkan gelar Bundesliga dan DFB Pokal. Di musim berikutnya, ia bermain 26 kali di Bundesliga. Adapun gol debutnya untuk Bayern tercipta pada September 2003 kala menghadapi Wolfsburg.

Tapi secara mengejutkan, Basti justru didepak lagi ke tim reverse saat pelatih anyar, Felix Magath masuk di musim 2005/06. Akan tetapi ia segera kembali ke tim utama dan berhasil memenangkan double winners lagi bersama Bayern.

Salah satu musim terbaiknya bersama Bayern adalah pada 2012/13. Ia masih berperan sebagai gelandang tengah, tapi kali ini harus berduet dengan pendatang baru, Javi Martinez. Musim itu ia akhiri dengan meraih treble winners, yakni Bundesliga, DFB Pokal dan Liga Champions. Berkat penampilan cemerlangnya, Bastian Schweinsteiger pun memperoleh penghargaan pemain terbaik Jerman pada tahun 2013. Pelatih Bayern, Jupp Heynckess menggambarkan sosok Basti sebagai gelandang terbaik di dunia. Heynckess pun pernah berharap agar pemainnya seperti Schweinsteiger, Ribery atau Thomas Muller bisa memenangkan Ballon d’Or setelah musim yang fantastis itu.

Setelah sempat dianggap sudah ‘habis’, Bayern Munich melakukan transfer pemain yang mengejutkan dengan melepas Bandar sbobet Bastian Schweinsteiger ke Manchester United pada 13 Juli 2015. Transfer itu sekaligus menandai berakhirnya kebersamaan Basti bersama timnya itu selama 17 tahun. Ia meneken kontrak selama tiga tahun dengan nilai transfer yang dikabarkan mencapai 6,5 juta poundsterling. Basti pun menjadi pemain Jerman pertama yang masuk ke tim utama MU. Pernah ada pemain Jerman lainnya, seperti Markus Neumayr dan Ron-Robert Zieler, namun keduanya tidak pernah menembus tim utama.

Bersama MU, Basti mengenakan nomor punggung 31, yang awalnya dipakai oleh Marouane Fellaini. Di musim debutnya ia sangat menjadi andalan pelatih Louis van Gaal hampir di semua ajang, terutama Premier League dan Liga Champions. Hanya saja, cedera membuatnya harus menepi sampai musim berakhir. Masalah pun mulai muncul kala Van Gaal dilengserkan dan Jose Mourinho masuk sebagai pelatih anyar. Mou ternyata tidak memasukkan Schweinsteiger dalam rencana jangka panjangnya.

Basti sempat didepak ke tim reverse, namun akhirnya kembali ke tim utama dan menjalani debutnya menjelang pergantian tahun 2016. Pada akhirnya, Basti pun memutuskan untuk hengkang dari Old Trafford dan mencari peruntungan baru di MLS, Amerika Serikat. Ia bergabung ke klub Chichago Fire. Walau demikian, ia menyatakan kalau kepindahannya ke MLS itu semata-mata hanya untuk mencari tantangan baru, bukan karena ada masalah dengan Mourinho atau pihak tim.

Sementara itu bersama timnas Jerman, pencapaian terbesar Bastian Schweinsteiger adalah saat berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia 2014 Brasil. Saat itu Jerman menaklukkan Argentina lewat babak perpanjangan waktu. Bahkan di semi final, Basti menjadi bagian dari tim Panser, yang melumat habis tim tuan rumah, Brasil dengan skor telak 7-1.