Judi online terpercaya – Andres Iniesta disebut-sebut sebagai salah satu playmaker terbaik di generasi ini. Pemain bernama lengkap Andres Iniesta Lujan ini lahir pada 11 Mei 1984 di sebuah desa kecil Fuentealbilla pada provinsi Albacete, Castile-La Mancha. Iniesta sejauh ini masih setia bermain untuk klub raksasa La Liga, Barcelona dan tim nasional Spanyol. Untuk Barca sendiri, Iniesta telah didapuk sebagai kapten tim, menggantikan Xavi Hernandez, yang hengkang dari tim pada 2015 lalu.

Saat berumur 12 tahun, Iniesta pernah menjadi pusat perhatian pencari bakat klub-klub Spanyol ketika memperkuat Albacete Balompie di sebuah turnamen. Orang tuanya mengenal salah satu pelatih di akademi Barcelona, yakni Enrique Orizaola. Sang pelatih pun menganjurkan Andres Iniesta untuk mengikuti program akademi pemain muda Barca.

Pada akhirnya Iniesta mengikuti anjuran tersebut untuk merantau sendirian di usia muda. Suatu ketika, Iniesta menceritakan betapa sedihnya dia lantaran harus meninggalkan orang tuanya untuk bergabung ke La Masia. Namun tak butuh waktu lama bagi Iniesta untuk berkembang dan menjadi batu permata bagi La Masia. Ia ditunjuk sebagai kapten Barcelona U-15 dalam kompetisi Nike Premier Cup di tahun 1999. Saat itu ia sukses membawa timnya menjadi juara, dengan mencetak gol kemenangan di menit akhir pada partai puncak.

Pada saat itu, Pep Guardiola pernah mengatakan kalau Xavi mungkin bisa membuatnya pensiun dari klub, tapi Iniesta akan bisa membuat keduanya (Pep dan Xavi) pensiun. Datang dari akademi muda, Iniesta pun berhasil menembus tim utama Barcelona. Debutnya untuk tim utama terjadi saat ia berumur 18 tahun pada 2002 silam. Akan tetapi setidaknya butuh waktu dua tahun bagi Iniesta untuk bisa bermain reguler di tim utama. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi salah satu pemain kunci bagi Barca di musim 2004/05.

Seperti mantan rekannya di La Masia, Cesc Fabregas, Andres Iniesta sebenarnya adalah seorang gelandang bertahan. Akan tetapi keseimbangan yang dipunyainya, kontrol bola yang bagus, serta kemampuan olah bolanya membuat Iniesta perlahan berkembang menjadi seorang gelandang serang yang handal. Dia adalah seorang pesepakbola yang lengkap. Iniesta bisa bertahan, menyerang dan mencetak gol, begitu seperti disebutkan oleh mantan pelatih tim nasional Spanyol, Vicente del Bosque.

Sepanjang kariernya bersama Barcelona, Iniesta mungkin sudah bisa disebut sebagai legenda tim. Sebab, ia menjadi bagian dari tim Catalan saat mereka berhasil merengkuh dua treble winners bersejarah dalam waktu yang berdekatan, yakni di tahun 2009 serta 2015. Total 32 trofi berhasil ia raih bersama La Blaugrana, yang sekaligus membuatnya sebagai pemain sepakbola Spanyol tersukses sepanjang masa.

Selain bersama Barca, karier Iniesta juga terbilang cemerlang bersama tim nasional Spanyol. Berkat penampilan apiknya di masa muda, Andres Iniesta pernah dipanggil ke tim nasional U-16, U-19 dan U-21. Ia kemudian mencatatkan debutnya untuk timnas senior di tahun 2006. Dua tahun berselang, Iniesta menjadi bagian dari Tim Matador yang sukses mengangkat trofi Piala Eropa 2008. Di seluruh pertandingan pada turnamen tersebut, Iniesta selalu dimainkan oleh sang pelatih.

Satu pengalaman yang pastinya tidak akan dilupakan Iniesta bersama timnas Spanyol adalah golnya ke gawang Belanda di final Piala Dunia 2010, yang sekaligus membawa Judi online terpercaya Spanyol merajai dunia saat itu. Alhasil, Iniesta dinobatkan sebagai Man of the Match dan terpilih dalam All-Star Team kejuaraan tersebut. Ajang Piala Eropa dua tahun kemudian pun tidak dilewatkan oleh pemain yangs atu ini. Lagi-lagi Iniesta menjadi pemain kunci bagi La Furia Roja. Ia memimpin timnya mempertahankan gelar juara Piala Eropa, menjadi Man of the Match di laga final kontra Italia, serta mendapatkan penghargaan Player of the Tournament.

Seperti dikatakan di awal tadi, Andres Iniesta bisa dibilang sebagai salah satu gelandang atau playmaker terbaik di generasi ini, bahkan mungkin sepanjang masa. Meski ia tidak pernah memenangkan satu pun trofi Ballon d’Or, namun Iniesta selalu berhasil menempati satu slot di UEFA Team of the Year (6 tahun berturut-turut) dan FIFA  World XI (8 tahun berturut-turut). Melihat bagaimana kemampuannya dan seluruh prestasi yang telah didapatnya, agak aneh memang melihat Iniesta sama sekali belum pernah memenangkan trofi Ballon d’Or, yang selama bertahun-tahun didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.