Perjuangan Parma Menuju Kasta Tertinggi Belum Usai

aubameyang jadi incaran liverpool selanjutnya
Setelah M.Salah, Aubameyang Masuk Daftar Buruan Liverpool Selanjutnya
July 2, 2017
Arturo Erasmo Vidal Pardo pemain Bayern Munich
Profil Arturo Vidal, Bayern Munich
July 7, 2017

Perjuangan Parma Menuju Kasta Tertinggi Belum Usai

Parma Calcio 1913 atau yang dikenal dengan nama AC Parma

Bandar judi bola terpercaya – Parma Calcio 1913 atau yang dikenal dengan nama AC Parma, musim ini akhirnya dapat merasakan kompetisi di kasta kedua di Italia, Serie B. Hal itu mereka dapat setelah mengantongi tiket promosi dari musim lalu. Parma meraih kesuksesan itu di pekan-pekan terakhir kompetisi sukses menaklukkan lawannya, Alessandria dengan dua kali menjebol gawang mereka tanpa balas pada babak final Liga Serie C hari Minggu (18/6) lalu. Pada pertandingan yang digelar di Stadio Artemio Franchi tersebut dua gol Parma lahir dari kaki Manuel Scavone (11’) dan Manuel Nocciolini (67’).

Hasil ini memberi secercah harapan baru bagi AC Parma untuk dapat kembali ke kompetisi utama Italia, Serie A. Namun kini mereka harus dapat melewati tantangan yang telah menunggu, yakni Serie B musim depan agar dapat meraih promosi kembali ke Serie A usai melalui masa-masa kelam dalam dua tahun terakhir.

Jika melihat lagi ke belakang, Parma sebenarnya berpeluang lebih cepat untuk berkompetisi lagi di Serie A pada tahun 2015 lalu andai manajemen mereka dapat lebih pintar mengatur keuangan. Pada tahun tersebut mereka terdegradasi setelah mereka berada di posisi paling buncit klasemen Serie A. Hal yang membuat situasi lebih buruk lagi adalah karena mereka mengalami kebangkrutan, yang memaksa pihak pengadilan di Italia memutuskan Parma hanya dapat bermain di Serie D. Kompetisi ini merupakan kompetisi sepakbola semi profesional di Italia. Situasi tersebut pun membuat Parma terlihat seperti klub dengan sejarah paling nahas di dunia.

Sepanjang sejarah sejak klub tersebut berdiri, mereka memang tidak pernah lepas dari bayang-bayang kebangkrutan di kompetisi tempat mereka bermain. Sulit dipercaya bahwa pada pertengahan tahun 1990-an, Parma adalah salah satu klub yang memiliki finansial terbaik dengan kualitas tim yang mumpuni dan disegani tidak hanya di Italia, melainkan juga Eropa.

Walaupun pada masa jayanya mereka belum pernah meraih Scudetto, namun nama kub tersebut tidak pernah terlihat absen dari papan atas klasemen Serie A. Parma juga tercatat pernah merasakan berbagai gelar kemenangan seperti Piala UEFA, Piala Winners, Piala Italia hingga Piala Super Eropa.

Beberapa pemain bintang yang juga pernah menjadi bagian dari pasukan Parma di antaranya adalah Gianfranco Zola, Fabio Cannavaro, Faustino Asprilla, Hernan Crespo, Lilian Thuram, dan Gianluigi Buffon. Bahkan salah satu manajer yang banyak dianggap sebagai manajer terbaik di Italia, Carlo Ancelotti, juga pernah menukangi klub tersebut pada tahun 1996.

Pada masa jayanya tersebut Parma dikenal memiliki status finansial yang cukup terjamin berkat dukungan dana dari perusahaan Bandar judi bola terpercaya susu lokal, Parmalat. Perusahaan tersebut sudah seperti pemilik sebab mereka memiliki saham sebesar 98 persen di Parma dan hal tersebut mau tidak mau membuat Parma menggantungkan finansial mereka pada bisnis susu Parmalat. Namun ketika perusahaan tersebut mulai bermasalah dengan pajak pada tahun 2003, di saat itulah kondisi finansial Parma juga ikut goyah dan membuat klub tersebut bangkrut.

Namun ternyata kebangkrutan mereka pada tahun 2003 tersebut bukan untuk yang pertama. Sebelumnya mereka juga telah mengalami kebangkrutan pada tahun 1963, akan tetapi mereka membuktikan bahwa mereka masih bisa bangkit kembali dan berhasil menembus Serie A pada tahun 1990-an, setelah mereka hanya dapat bermain di Serie B dan Serie C.

Akhirnya pada musim 2004-2005, Parma bermain dengan seragam tanpa dengan logo Parmalat lagi. Walaupun kondisi mereka saat itu masih belum sepenuhnya stabil, namun mereka tetap pantang menyerah dan bertarung di sepanjang kompetisi. Bahkan pada saat itu, Parma tercatat berhasil menembus babak semifinal di ajang Liga Europa.

Namun sayangnya mereka terlalu fokus pada pertandingan di level Eropa sehingga mereka malah melupakan kompetisi domestik yang menyebabkan mereka harus melalui babak play off untuk tetap mempertahankan posisi mereka di Serie A. Situasi tersebut akhirnya membuat Parma memilih untuk menyelamatkan posisi mereka di Serie A dan melepaskan kemungkinan untuk bermain di puncak Piala UEFA.

Masa depan Parma mulai terlihat menjanjikan ketika seorang investor datang dan membeli klub tersebut seharga 30 juta euro pada bulan Januari 2017 silam. Investor tersebut adalah Tommaso Ghirardi, ia merupakan salah satu pengusaha yang sukses di Italia. Alih-alih membenahi klub, Ghirardi malah membuat Parma bermasalah dengan tunggakan utang yang mencapai 200 juta euro.

Namun semua rintangan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk tampil kembali di Serie A. Hal itu terbukti dari kesuksesan mereka meraih promosi ke Serie B.