Mungkinkah Indonesia Lolos ke Piala Dunia Lewat Jalur Oseania?

tim sepakbola nasional selandia baru berhasil ke play off piala dunia 2018
Selandia Baru Dipastikan Menuju Babak Play-Off Piala Dunia 2018
September 11, 2017
timnas suriah untuk masuk ke piala dunia 2018
Harapan Suriah untuk Bisa Tampil di Piala Dunia 2018
September 15, 2017

Mungkinkah Indonesia Lolos ke Piala Dunia Lewat Jalur Oseania?

mampukah timnas indonesia mengikuti piala dunia 2018

Sejak PSSI berdiri di tahun 1930 silam, Indonesia belum pernah sama sekali merasakan lolos ke putaran final Piala Dunia, selain di tahun 1938. Itupun saat itu itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda, yang lolos langsung tanpa melalui babak kualifikasi. Tragisnya, saat itu Hindia Belanda langsung kalah dan tersingkir dari ajang empat tahunan tersebut.

Sejatinya ada banyak jalan agar Indonesia bisa agar lolos ke Piala Dunia, selain harus melewati babak kualifikasi. Contohnya saja Qatar, yang belum pernah bermain di turnamen sepakbola antarklub seluruh dunia ini sudah dipastikan lolos untuk pertama kalinya dalam gelaran Piala Dunia 2022 mendatang, karena mereka berstatus sebagai tim tuan rumah. Apakah Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama?

Menakar Peluang Indonesia ke Piala Dunia

Menggelar ajang sebesar Piala Dunia jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan termasuk kesiapan finansial dan juga stabilitas politik. Nyatanya, Indonesia saat ini dan beberapa tahun ke depan diprediksi masih jauh dari kata siap untuk kedua hal tersebut.

Tapi masih ada cara lain untuk lolos ke Piala Dunia selain menjadi tuan rumah, yaitu pindah konfederasi. Tentunya, memunculkan ide seperti itu tidak semudah saat membicarakannya. Namun, Indonesia juga harus realistis bahwa terlalu sulit untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara Asia lainnya sedangkan di level ASEAN saja Indonesia masih tertatih-tatih.

Pindah konfederasi menjadi satu hal yang tidak mustahil untuk dilakukan. Jika dilihat dari kondisi geografis dan juga peta kekuatan, pindah ke Oseania merupakan langkah yang paling realistis. Sama dengan sebuah permainan sepakbola yang membutuhkan strategi. Pindah ke Oseania merupakan bagian dari strategi tersebut. Tentunya ini bukan soal harga diri, tapi kita mempunyai misi yang mulia yaitu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di ajang Piala Dunia.

Alasan lainnya adalah Oseania merupakan konfederasi yang sering dianaktirikan oleh FIFA. Pasalnya, sedari dulu tidak pernah ada jatah otomatis yang lolos ke putaran final Piala Dunia dari zona tersebut. Namun, jika Piala Dunia memakai format 48 negara, besar kemungkinan akan ada perwakilan Oseania yang lolos langsung ke Piala Dunia.

Selain itu, kebanyakan negara yang berada di zona di Oseania bukanlah negara yang kuat secara kultur dan kekuatan sepakbolanya. Dengan kenyataan yang seperti ini, sangat mungkin Indonesia untuk bisa mendulang kemenangan dan sangat bagus untuk membangun mentalitas para pemain. Bukan hanya itu, pengaruhnya juga akan terasa dalam upaya memperbaiki peringkat FIFA.

Langkah Paling Tepat Buat Indonesia

Jikla ditelisik lebih dalam lagi sebenarnya cara yang terbaik bukanlah dengan pindah konfederasi. Namun dengan cara membenahi pembinaan muda, kualitas wasit yang bertugas di liga, perbaikan kualitas pelatih, manajemen klub, hingga infrastruktur yang ada. Namun apabila mempertimbangkan soal mentalitas yang akrab dengan hal instan, maka pindah ke Oseania (OFC) merupakan solusi yang instan.

Pindah ke zona Oseania jelas bukan satu hal yang sembarangan untuk dilakukan. Satu hal yang harus dipertimbangkan tentang kemungkinan Piala Dunia memakai format 48 negara dalam beberapa edisi yang akan datang. Indonesia hendaknya bisa sabar menunggu sambil mengevaluasi kemungkinan pindah ke zona Oseania dalam waktu dekat.

Namun, sebelum memutuskan untuk pindah konfederasi, Indonesia juga harus memikirkan alasan yang dapat diterima. Jika Indonesia pindah ke Oseania karena tidak dapat bersaing dengan negara Asia lainnya hal itu merupakan alasan yang dapat diterima. Hal ini sama halnya dengan Tom Heaton yang tidak bisa bersaing di Manchester United selama tujuh tahun dari 2003. Akhirnya ia pindah ke Cardiff City, Bristol City, dan Burnley. Bukannya semakin menurun, performanya semakin mengkilap dan menjadi kiper tim nasional Inggris.

Di tahun 2013 mantan ketua PSSI, Djohar Arifin, pernah membicarakan kemungkinan pindah zona seperti halnya yang dilakukan oleh Australia. Dengan kenyataan tersebut, pindah ke Oseania sangat mungkin dilakukan. Lagipula cara ‘instan’ juga sangat disukai banyak insan sepakbola dan hasilnya pun belum tentu jelek. Jadi, apakah Anda setuju jika Indonesia melebarkan peluang lolos ke Piala Dunia dengan mendaftarkan diri ke federasi sepakbola Oseania (OFC)?