Mulutmu Harimaumu, David Moyes

Website judi online bola – Mulutmu harimaumu, mungkin itu menjadi pepatah yang tepat untuk pelatih Sunderland, David Moyes. Moyes sepertinya mesti lebih menjaga tuturnya saat berbicara di depan media. Belum lagi kalau ucapannya itu mempunyai kesan mengejek atau menekan seseorang. Hal tersebutlah yang berlangsung padanya belum lama ini.

Sunderland, tim yang pada saat ini tengah ditangani David Moyes, tengah dalam situasi yang terpuruk. Mereka berada di posisi juru kunci dengan tekanan yang besar dan terancam terdegradasi. Moyes mendapat tekanan untuk bisa melepaskan Sunderland dari jerat degradasi dengan selisih delapan angka dari zona aman, yakni peringkat 17.

Ada di dalam ancaman yang demikian nyata dari waktu ke waktu, Moyes pun mulai tak bisa mengontrol ucapannya saat diwawancarai oleh wartawan. Salah seorang wartawan BBC, Vicki Sparks, sempat mewawancarainya setelah laga Sunderland kontra Burnley. Ia jadi target perkataan kasar David Moyes serta mendapat tekanan dari perkataan pria asal Skotlandia itu. Setelah sesi wawancara selesai, terekamlah perkataan Moyes yang mengejek serta ofensif pada Sparks, lantaran kondisi kamera masih menyala.

“Pada saat wawancara tadi, Anda mengatakan suatu pertanyaan yang tak layak. Janganlah demikian. Walaupun Anda adalah perempuan, kau mungkin dapat memperoleh tamparan dari saya. Berhati-hatilah kalau Anda berjumpa dengan saya lagi,” tutur Moyes yang terekam oleh TV.

Perkataan David Moyes ini sontak menimbulkan banyak reaksi pro dan kontra dari publik. Rosena Allin-Khan, seorang aktivis perempuan di instansi Women in Football, mengungkap kalau hal semacam ini tidaklah layak dan tidak dapat diterima. Ia juga mengungkap kalau FA seharusnya tidak diam saja dengan masalah ini.

“Ini adalah hal yang tak dapat kami terima. David Moyes tentu tidak berhak menekan dengan nada seksis. FA mesti sesegera mungkin bertindak,” tutur Allin-Khan lewat akun Twitter pribadinya.

Terkecuali Allin-Khan, Gary Lineker juga memberi komentar atas aksi mantan pelatih Manchester United dan Everton itu. Lineker yang juga bekerja sebagai presenter di BBC, menuliskan cuitan kalau sebuah tekanan dari pekerjaan seharusnya bukan menjadi alasan yang pas bagi seorang pelatih untuk bisa mengejek wartawan seperti itu.

“Kejadian yang dilakukan Moyes ini mengisyaratkan kalau ada pelatih di Premier League yang condong mengejek wartawan ketika diwawancara. Tekanan dalam pekerjaan menjadi alasan mereka untuk melakukan aksi seperti ini,” tulis Lineker di Twitter.

Akan tetapi David Moyes telah menyesali perbuatannya itu. Hal tersebut ia ungkapkan pada konferensi pers jelang laga melawan Leicester City. Moyes Website judi online bola mengakui menyesal dengan perbuatannya itu. Ia juga berkata kalau telah ada permohonan maaf secara personal pada Sparks, serta permohonan maaf itu juga diteirma oleh pihak Sparks. Semua peristiwa yang berlangsung sesudah laga kontra Burnley, ia anggap sebagai bumbu dari tensi yang panas sesudah laga. Ia juga mengira kalau hal tersebut tidak akan mengancam kariernya sebagai pelatih.

“Tentu akan ada kemarahan lantaran perkataan saya ini. Saya telah menyesali perbuatan saya. Itu hanya karena tensi yang panas sesudah jalannya pertandingan. Dalam kondisi itu, Anda cuma mempunyai waktu yang singkat untuk menjawab (pertanyaan wartawan), serta aksi yang saya lakukan memang salah,” tegas Moyes.

“Dipecat? Sepertinya situasi seperti ini sedikit banyak tidak akan berpengaruh terhadap pekerjaan saya,” tutur Moyes.

Walaupun dirinya tak dipecat manajemen Sunderland, tapi sepertinya FA tidak akan berdiam diri saja atas aksi yang dilakukan David Moyes ini. Belakangan ini The Guardian mengabarkan kalau Moyes tengah diinvestigasi oleh pihak FA terkait peristiwa itu. Setelah diinvestigasi, biasanya seseorang akan terkena sanksi dari FA. Tapi sampai kini Federasi Sepakbola Inggris belum memberi pengumuman apapun terkait sanksi untuk Moyes.

Karier David Moyes bersama Sunderland sendiri memang tidak mulus. Sejak awal musim, kekalahan demi kekalahan menempatkan The Black Cats di dasar klasemen. Tetapi tidak tertutup kemungkinan Moyes juga bisa dipecat apabila tim asuhannya itu terdegradasi ke Divisi Championship musim depan. Kemungkinan terjadi hal buruk itu pun sangat besar, mengingat masih ada beberapa lawan berat yang mesti dihadapi Sunderland di sisa musim ini. Jadi berhati-hatilah, David Moyes.