Masih Banyak PR untuk Timnas Besutan Luis Milla

pelatih Sunderland David Moyes
Mulutmu Harimaumu, David Moyes
April 10, 2017
Prediksi pertandingan sepakbola Atletico Madrid vs Leicester City 13 April 2017
Prediksi Atletico Madrid vs Leicester City 13 April 2017
April 11, 2017

Masih Banyak PR untuk Timnas Besutan Luis Milla

Timnas Besutan Luis Milla

Situs agen judi bola online – Timnas Indonesia U-22 di bawah bimbingan Luis Milla telah melakoni dua laga uji coba. Tapi kedua laga tersebut malah hanya berujung hasil minor. Pertama, Evan Dimas dkk ditaklukkan Myanmar 1-3, serta kemudian ditahan Persija Jakarta dengan skor kacamata. Timnas besutan Milla pun dianggap masih kurang dalam banyak hal.

Akan tetapi dalam konferensi pers sesudah laga kontra Persija hari Rabu (5/4) kemarin, Luis Milla justru mengutarakan hal yang sebaliknya. Walau tak memungkiri Persija bermain bagus, Milla menyanggah kalau timnya tidak mengalami kemajuan dari pertandingan sebelumnya. Ia melihat ada perkembangan yang dialami oleh anak-anak asuhnya itu. Satu di antaranya adalah tidak kebobolan sepanjang 90 menit pertandingan.

Milla juga menyebutkan kalau timnya memang masih sering kehilangan bola. Iia hanya butuh waktu untuk penyesuaian. Para pemain pun dinilai sudah bermain cukup bagus di laga tersebut. Namun, apa yang dikatakan Milla itu sesungguhnya tak menggambarkan apa yang berlangsung di atas lapangan.

Dalam pertandingan kontra Myanmar yang berlangsung di Stadion Pakansari pada pertengahan bulan Maret lalu, timnas U-22 demikian percaya pada penyerangan lewat dua pemain sayap mereka, yakni Febri Haryadi serta Saddil Ramdani. Keuda pemain tersebut lebih mendominasi penguasaan bola para pemain Indonesia, serta sering melakukan dribel di sisi atas lapangan.

Hal itu nyatanya malah jadi jadi titik lemah bagi tim besutan Milla. Serangan-serangan mereka jadi lebih mudah dipatahkan lawan. Para pemain Myanmar pun sudah membuktikan hal tersebut. Bahkan satu-satunya gol yang terwujud juga bukanlah lantaran organisasi penyerangan yang bagus, tetapi lantaran kekompakan Saddil serta Ahmad Nur Hardianto, yang mana sama-sama berasal dari Persela Lamongan. Hal yang sama pun terlihat kembali dalam laga melawan Persija kemarin.

Febri serta Saddil juga mendominasi skema penyerangan timnas U-22. Bola-bola dari sepertiga akhir banyak dialirkan lewat dua pemain sayap cepat itu, terlebih pada Febri yang bergerak di sisi kanan. Pada akhirnya jajaran pertahanan Persija pun mudah mematahkan alur serangan timnas. Apalagi Persija memilih banyak menumpuk pemain mereka di kotak penalti hingga umpan silang yang dilepaskan Febri ataupun Saddil menjadi tidak efektif.

Pola penyerangan ini berlanjut di babak kedua. Alhasil timnas Indonesia U-22 sangat kesusahan untuk mencuri gol, bahkan juga jarang membuat kans berarti sepanjang laga.

Bukan hanya kurang kreatif dalam membangun serangan. Akan tetapi Milla masih belum memaksimalkan kemampuan bek-bek yang dipunyainya untuk mengantisipasi umpan silang, set piece, serta bola-bola terobosan. Lini pertahanan timnas yang digalang Hansamu Yama dan bagas Adi ternyata mendapat ujian berat di laga tersebut. Pemain anyar Persija, Rohit Chand sangat baik dalam mengalirkan bola ke depan, sehingga acapkali menyulitkan Hansamu serta Bagas. Terutama bagi Bagas, Situs agen judi bola online yang sekian kali harus mengakui kalau lari Luis Junior dan Mbai memang lebih cepat darinya.

Terkecuali lemah dalam mengantisipasi umpan terobosan, Milla juga harus memperbaiki cara lini pertahanan timnya mengatasi umpan-umpan silang serta set piece. Dalam situasi tersebut, Persija justru lebih sering memenangkan duel udara melalui maman Abdurahman dan William Pachecho, yang secara postur memang cukup tinggil.

Luis Milla pun mendapatkan tugas berat untuk segera memperbaiki timnya. Belum lagi kalau timnas Indonesia nantinya harus bertemu dengan lawan yang mempunyai striker jangkung yang sering memberi ancaman lewat sundulan kepalanya.

Di satu sisi, ada hal yang seperitnya akan menghambat persiapan Luis Milla bersama anak-anak asuhnya. Setelah laga uji coba melawan Persija kemarin, kabarnya agenda pemusatan latihan timnas di Spanyol akan diundur sampai setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dikarenakan timnas tidak jadi bertanding di ajang Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbaijan. Alhasil, TC di Spanyol yang awalnya direncanakan untuk persiapan ajang tersebut akan ditunda. Adapun TC setelah Lebaran nanti akan dimanfaatkan oleh Luis Milla untuk meramu tim yang akan berlaga di babak Kualifikasi Piala AFC 2018 di Thailand.

Sementara itu untuk para pemain, mereka dipersilahkan untuk kembali ke klub masing-masing dan mengikuti kompetisi Liga 1, setidaknya di beberapa pertandingan awal. Baru setelah itu tim akan dikumpulkan lagi untuk bertolak ke Spanyol.