Juan Carlos Unzue Bisa Ikuti Jejak Tito Vilanova di Barcelona

prancis tim sepakbola terbaik
Prancis Akan Segera Dominasi Sepakbola Dunia
March 29, 2017
Chelsea lawan Crystal Palace 1 April 2017
Prediksi Chelsea vs Crystal Palace 1 April 2017
March 30, 2017

Juan Carlos Unzue Bisa Ikuti Jejak Tito Vilanova di Barcelona

pelatih barca barcelona

Agen casino online – Luis Enrique sudah mengumumkan untuk melepas jabatannya sebagai pelatih Barca pada musim depan. Ia memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya lagi, yang bakal kadaluarsa per Juni 2017 kelak. Eks pemain tengah Real Madrid dan Barca itu pun telah membicarakannya dengan beberapa pejabat La Blaugrana, serta telah mengumumkannya secara resmi kepada publik pada 1 Maret 2017.

Sepanjang menjadi melatih Barca, Luis Enrique terbilang meraih prestasi yang gemilang. Treble winners dipersembahkannya pada musim 2014/15, dengan memborong gelar juara La Liga, Liga Champions serta Copa del Rey. Ini juga menjadi sejarah baru untuk kubu Blaugrana, karena Enrique merupakan pelatih pertama yang sukses mendapatkan tiga gelar dalam musim debutnya.

Di musim keduanya, 2015/16, Enrique gagal di Liga Champions, tapi tetap berjaya di ajang domestik dengan meraih gelar ganda, yakni La Liga serta Copa del Rey. Musim ini saja, Barca masih berada dalam lintasan menuju treble winners. Walau berat, setidaknya Lionel Messi dkk. masih berada di jalur perebutan gelar juara Liga Champions, La Liga dan Copa del Rey. Tapi di satu sisi, permainan mereka acapkali dikritik karena dianggap mengalami penurunan sepanjang musim ini.

Kemudian muncul pertanyaan mengenai siapakah pelatih pengganti yang layak melanjutkan estafet kepelatihan Luis Enrique pada musim depan?  Di antara demikian banyak nama yang dikandidatkan dan muncul di media-media, nama Jorge Sampaoli, Juan Carlos Unzue, Ernesto Valverde, dan Massimiliano Allegri, menjadi yang paling favorit. Namun, Barca tentu harus memilih sosok pelatih yang sesuai dengan ‘persyaratan’ mereka.

Barcelona sebenarnya sudah memberi standar tersendiri untuk memilih siapa orang yang layak menahkodai kapal mereka. Pep Guardiola pernah digantikan oleh Tito Vilanova, serta saat ini berlanjut pada Luis Enrique setelah era Gerardo Martino. Sangat terlihat kalau calon pelatih Barca adalah orang yang perlu sangat mengerti tentang seluk beluk tim.

Mengerti bagaimana filosofi sepakbola Barcelona, bisa mempromosikan pemain-pemain dari akademi La Masia dan mempunyai jalinan yang baik dengan bintang-bintang Barca, terlebih alumni La Masia. Serta tentunya harus tahu bagiamana caranya meraih gelar di setiap musim, yang telah jadi rutinitas bagi The Catalans.

Ya, Barca memang memiliki kebiasaan memenangkan gelar dan memainkan sepakbola yang menghibur. Tapi itu saja belum cukup untuk menjadi standar pelatih Blaugrana. Gaya bermain dengan umpan-umpan pendek sudah terinternalisasi semenjak era Johan Cruyff sampai tiki-taka-nya Pep Guardiola. Selain itu, pemain-pemain seperti Lionel Messi, Andres Iniesta serta Xavi Hernandez, adalah bukti Barca mempunyai kebiasaan mempromosikan pemain-pemain dari akademi sepakbola mereka sendiri.

Pep Guardiola adalah orang yang begitu mengerti Barcelona. Ia mengaplikasikan sepakbola menyerang indah dengan gaya bermain Agen casino online yang disebut tiki-taka, serta memenangkan banyak gelar dengan dominasi dari para pemain jebolan La Masia. Tito Vilanova, asisten Guardiola ketika itu, meneruskan tongkat estafet dari Pep. Vilanova pun tak mau kalah, dengan memberi gelar La Liga 2012/13.

Vilanova lalu mundur lantaran sakit yang juga merenggut nyawanya. Barca lalu mengontrak “orang luar”. Merupakan pelatih berkebangsaan Argentina, Gerardo “Tata” Martino. Tapi nyatanya, filosofi permainan Tata nyatanya tak mampu membuahkan trofi apapun bagi Barca di musim 2013/14. Sesudah Tata Martino mundur, Barca kembali menunjuk “orang dalam”, yakni Luis Enrique. Ia tidak lain adalah mantan pemain Barcelona dan pernah pernah berpengalaman melatih Barcelona B. Pemahamannya pada tim, jadi modal utama Enrique memberi banyak gelar untuk The Catalans.

Berdasar pada perbandingan itu, bukan muluk-muluk kalau Juan Carlos Unzue yang sepertinya akan jadi pelatih pengganti Luis Enrique. Unzue sendiri adalah asisten Luis Enrique, yang dibawa semenjak menangani Celta Vigo dan Barca saat ini. Unzue juga sudah memahami betul bagaimana filosofi yang diusung Barca secara mendalam. Walau demikian, Unzue juga punya satu kekurangan, yaitu tidak punya pengalaman menjadi pelatih kepala untuk tim besar. Sebab, sebelumnya ia hanya pernah menjabat sebagai asisten Luis Enrique dan pelatih kiper Barca di era Frank Rijkaard. Akan tetapi berkaca pada rekam jejak Tito Vilanova, pengalaman Unzue bekerja bersama sosok pelatih besar serta mengelola pemain-pemain berlabel bintang di Barca, nampaknya cukup penting untuk menutupi kekurangannya itu. Bahkan seorang Pep Guardiola pun belum mempunyai pengalaman melatih tim senior ketika ditunjuk menukar Rijkaard.