Jose Coelho Mengingatkan Persela pada Gustavo Lopez

Prediksi derby bola Inter milan vs AC Milan 15 April 2017
Prediksi Internazionale vs AC Milan 15 April 2017
April 15, 2017
profile kiper Manchester United david de gea
Profil David de Gea, Manchester United
April 16, 2017

Jose Coelho Mengingatkan Persela pada Gustavo Lopez

pemain bola laskar joko tingkir

Taruhan online – Persela Lamongan menyiapkan satu hadiah istimewa untuk hari ulang tahun mereka pekan depan. Hadiah itu adalah Jose Manuel Barbosa Alves alias Jose Coelho. Penggawa asing baru, yang akan memperkuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir musim ini. Awalnya Persela memang telah mempunyai tiga pemain impor, yang sesuai dengan regulasi Liga 1 (2+1), yakni Ivan Carlos, Keisuke Uchida serta Marcio Rozario. Akan tetapi kehadiran Coelho ini berbeda, karena akan masuk dalam kategori marquee player.

Siapa dia dan bagaimana pemain ini boleh dikatakan sebagai marquee player? Pada saat Coelho masih muda, ia digadang-gadang sebagai salah satu wonderkid-nya Portugal. Tak dipungkiri lagi, ia pernah membela timnas Portugal U-16 dan U-17. Hal itu didapatnya berkat pengalaman menimba ilmu di akademi FC Porto, Benfica dan Inter Milan.

Saat meniti karier juniornya di Inter Milan, Coelho satu angkatan dengan beberapa pemain top Eropa seperti Mattia Destro serta Mario Balotelli. Lalu ia memutuskan untuk pulang kampung ke Portugal. Tapi kali ini ia berhimpun dengan akademi Benfica. Ia pun berhasil dipromosikan ke tim utama Benfica pada tahun 2009. Namun manajemen tim lalu memutuskan untuk langsung meminjamkan sang pemain ke Pacos Ferreira. Beruntung, klub tersebut juga berlaga di Primeira Liga (kasta tertinggi Liga Portugal) pada musim 2009/2010.

Saat berseragam Pacos, Jose Coelho melakoni laga perdananya di Liga Primeira saat bertemu Vitoria de Guimaraes pada 29 Agustus 2009. Total ia melakoni hanya tiga laga bagi Pacos sepanjang musim tersebut. Hasilnya tidak terlalu buruk, karena kesebelasan yang dibelanya itu berhasil finis di posisi 10 klasemen akhir.

Sayangnya, setelah gagal bersinar di Pacos, Coelho kemudian dipinjamkan ke tim kasta kedua Liga Portugal, yakni Fatima dan Atletico Clube de Portugal. Tak kunjung menemukan penampilan terbaiknya, Coelho pun membulatkan tekad untuk kembali meniti karier di luar Portugal. Ia pernah berhimpun dengan klub FC Sherrif Tiraspol di Liga Moldova. Belum lama Coelho berkarier di sana, ia mesti pulang ke Portugal lagi lantaran ayahnya baru menjalani operasi amputasi pada kedua kakinya.

Kepulangannya ke Portugal dibarengi dengan keputusan Coelho untuk kembali berhimpun dengan tim divisi dua, SC Freamunde. Sepanjang menjalani sisa kariernya di divisi dua Liga Portugal, penampilannya tidak terlalu mencolok. Coelho hanya bermain 14 kali dan menceploskan lima gol. Baru setelah bergabung ke Penafiel, ia mendapat lebih banyak peluang bermain. Total 31 kali ia dimainkan dengan menceploskan tujuh gol di divisi ketiga Liga Portugal.

Sementara itu petualangan Coelho di kancah sepakbola Asia diawali dengan berhimpun ke Al-Hala Muharra di Liga Bahrain. Pemain kelahiran 4 Februari 1990 ini lalu mengambil keputusan untuk jadi marquee player Persela Lamongan. Ia pun akan jadi ‘kado’ ulang tahun klub kebanggan kota Lamongan itu, yang akan merayakan Taruhan online hari jadi mereka pada 18 April mendatang.

Jika menengok ke beberapa musim yang lalu, kehadiran Coelho di skuat Persela ini bisa menjadi obat kerinduan para supporter Persela pada kehadiran sosok Gustavo Lopez. Ya, Gustavo merupakan playmaker yang paling disayangi Persela selama beberapa tahun, karena pernah dua periode membela Laskar Joko Tingkir.

Gustavo pertama hadir ke Persela pada 2006 serta hanya satu musim di sana. Setelah sempat berkarier di Alianza FC, Gustavo pulang lagi ke pelukan Persela pada 2011. Ia pun menetap selama dua musim. Walau pada akhirnya Gustavo membelot ke klub Jawa Timur lainnya dengan membela Arema Cronous. Tapi tak dipungkiri kalau para fans Persela sangat merindukan sosok seperti Gustavo.

Ciri khas pemain yang satu ini adalah kreatifitasnya dalam mengolah bola. Ia adalah pengumpan yang handal serta kerap memecahkan kebuntuan dengan gol-golnya. Pemain tengah berkebangsaan Argentina ini juga menjadi eksekutor bola mati yang handal. Keseluruhan, 16 gol ia lesakkan selama tiga musim di Persela.

Bisa jadi Jose Coelho ini akan menjadi idola baru publik Persela, setelah era Gustavo dan Marcio Souza. Sebab dari segi fisik, Coelho nyaris sama dengan dua pendahulunya itu. Demikian juga dengan gaya bermain attacking midfielder berumur 27 tahun itu. Coelho mempunyai skill menggiring bola yang apik dan kecepatan yang bagus. Mungkin ia sedikit lebih unggul ketimbang Gustavo, yang mana seringkali berlama-lama menahan bola. Sedangkan persamaan Coelho dengan Gustavo ialah sama-sama merupakan pengeksekusi bola mati yang baik.