Jelas Sudah Pengertian Marquee Player di Liga Indonesia

Profil Kevin de Bruyne pemain bola tim Manchester City
Profil Kevin de Bruyne, Manchester City
April 18, 2017
konsorsium Tiongkok pemilik ac milan saat ini
Menunggu Pergerakan Pemilik AC Milan Sekarang
April 18, 2017

Jelas Sudah Pengertian Marquee Player di Liga Indonesia

marquee player Persib Bandung

Daftar situs judi bola online terpercaya – Belakangan, marquee player terus menjadi perbincangan hangat di persepakbolaan Indonesia. Secara awam, marquee player bisa diartikan sebagai pemain bintang dunia. Syarat seorang pemain bisa dikategorikan sebagai marquee player adalah pernah bermain di liga top Eropa dan atau berlaga di setidaknya satu dari tiga edisi terakhir Piala Dunia. Untuk pengertian kedua, mungkin tidak ada masalah. Akan tetapi liga top mana yang masuk dalam kategori PSSI?

Beberapa petinggi klub kontestan Liga 1 sempat mempertanyakan kompetisi Eropa mana yang masuk dalam kategori PSSI. Sebab, pihak PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru juga mempunyai pengertian tersendiri tentang marquee player. Padahal jika mengacu para sepakbola Eropa, hanya ada lima liga top yang menjadi prioritas di sana, yakni Spanyol, Inggris, Italia, Jerman, dan Prancis.

Secara umum, marquee player dapat dikategorikan dengan salary cap atau gaji minimum. Jadi bukanlah kebetulan juga kalau PSSI lalu mengambil keputusan salary cap sebesar 15 miliar rupiah per tahun untuk seluruh pemain satu tim, terkecuali untuk marquee player. Dari sini, marquee player punya pengertian lain, yakni pemain yang digaji dengan dana di luar yang dianggarkan untuk pemain-pemain yang lain, bahkan termasuk pemain asing (selain marquee player).

Untuk lebih terperinci memahami tentang regulasi marquee player di Liga Indonesia, sepertinya perlu dipahami dalam dokumen Regulasi dan Manual Liga 1 2017, yang dirilis oleh PSSI dan PT LIB. Menurut dokumen tersebut, dapat diambil kesimpulan kalau marquee player adalah pemain asing, yang mempunyai dua kriteria khusus.

Pertama, pemain tersebut masuk dalam skuat timnas setidaknya di tiga putaran final Piala Dunia terakhir, yakni pada tahun 2006 (Jerman), 2010 (Afrika Selatan) dan Brazil (2014). Bisa juga dikategorikan sebagai marquee player jika pemain tersebut sudah berpengalaman bermain di liga-liga Eropa dalam kurun delapan tahun terakhir (2009-2017). Dengan catatan, liga-liga tersebut adalah English Premier League, La Liga Primera, Bundesliga, Serie A, Eredivisie, Ligue 1, Süper Lig, dan Primeira Liga.

Pada awalnya, marquee player yang boleh didatangkan oleh kontestan Liga 1 hanya seorang saja, dengan aturan 2+1+1. Di mana harus ada dua pemain asing non Asia dan satu pemain asing Asia, plus seorang marquee player. Namun demikian, Ketum PSSI Edy Rahmayadi lalu membolehkan marquee player lebih dari satu, bahkan boleh sampai lima jika klub mampu mengeluarkan dana. Akan tetapi, lagi-lagi peraturan tersebut diubah dan kembali seperti semula, yakni hanya boleh satu marquee player.

“Kita telah mengadakan pertemuan lagi, serta telah disetujui kalau ketentuan yang akan kita gunakan adalah 2+1+1. Dengan demikian, tiap-tiap tim tidak diperbolehkan mendatangkan lebih dari satu orang marquee player,” tutur perwakilan PT LIB, Tigor Shalom Boboy.

Pada akhirnya jelas sudah kalau ketentuan marquee player bukanlah mengacu pada salary cap, melainkan dari referensi Daftar situs judi bola online terpercaya dokuman yang dirilis PSSI dan PT LIB tadi. Tinggal PSSI saja yang harus konsisten dengan peraturan ini.

Maka dari itu marquee player belum tentu mendapat gaji besar atau yang terbesar di tim. Intinya adalah mereka pernah berpengalaman bertanding di Piala Dunia (tiga edisi terakhir) atau pernah berkiprah di beberapa liga Eropa yang disebutkan tadi, dalam kurun 2009-2017.

Mengacu pada penjelasan tersebut, di Indonesia sudah jelas terdaftar beberapa pemain dalam kategori marquee player. Dua yang sudah jelas adalah Michael Essien serta Carlton Cole, dua marquee player Persib Bandung yang sama-sama telah mengarungi Premier League selama bertahun-tahun. Hanya saja, hanya satu di antara keduanya yang didaftarkan sebagai marquee player, sesuai aturan tadi. Sebab, Persib memang baru mempunyai satu pemain asing non Asia (bukan marquee player), yakni Vladimir Vujovic.

Ada pula Peter Odemwingie di Madura United, yang berlaga di Premier League sejak 2010-2016. Mohamed Sissoko, mantan pemain Liverpool, Juventus dan PSG, rencananya juga akan segera merapat ke Mitra Kukar. Hanya saja, Sissoko belum tiba di Indonesia untuk melakukan penandatanganan kontrak. Sementara itu beberapa nama pemain lain, yang mungkin namanya kurang dikenal di kancah sepakbola Eropa ada Wiljan Pluim (PSM), Steven Paulle (PSM), Jose Coelho (Persela), Shane Smeltz (PBFC), dan Anmar Almubaraki (Persiba). Menarik untuk ditunggu parade para pemain berlabel bintang di kancah sepakbola tertinggi Indonesia.