Ini yang Juventus Bisa Tumpulkan Lini Depan Barcelona

Liga Champions yang mempertarungkan AS Monaco serta Borussia Dortmund
Monaco Berjaya, Dortmund Hilang Fokus karena Delay
April 21, 2017
profile Ander Herrera Aguera pemain bola manchester united
Profil Ander Herrera, Manchester United
April 21, 2017

Ini yang Juventus Bisa Tumpulkan Lini Depan Barcelona

Juve berhasil menahan seri Barca 0-0

Agen judi bola online – Daya magis Camp Nou ternyata tidak mempan digunakan Barcelona untuk ‘membunuh’ Juventus. Kalau Paris Saint-Germain pernah dibuat bertekuk lutut dengan comeback fantastis di babak 16 besar lalu, kini Juve nampaknya masih terlalu perkasa di kandang Barca, yang berkapasitas lebih dari 90 ribu penonton itu. Pada pertandingan leg II babak perempat final Liga Champions, Kamis (20/4) dinihari WIB, Juve berhasil menahan seri Barca 0-0.

Walau tidak kalah, tapi hasil seri 0-0 itu tetap bermakna kekalahan untuk Barca, karena pada leg I lalu mereka kalah 3-0 dari Juve. Barca pun gagal mengambil langkah ke semi final. Kalau menilik statistik, pertandingan tersebut, Barca sesungguhnya bermain mampu mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola mereka meraih 65%. Dengan kata lain, Barca bisa mendikte permainan. Mereka juga berhasil melepas 19 kali tendangan, berbanding 12 kali milik Juve.

Akan tetapi, pada akhirnya dominasi Barca itu tidak menghasilkan apa-apa untuk bisa melakukan comeback jilid II di laga melawan Juve ini.

Pada pertandingan tersebut, Barca turun dengan formasi 4-3-3. Tanpa Javier Mascherano di lini pertahanan, Sergio Busqets kembali menempati sektor tengah, bersama dua tandemnya Andres Iniesta serta Ivan Rakitic. Akan tetapi Rakitic lebih sering berada di sisi kanan lapangan, mengimbangi Lionel Messi, yang notabene membombardir pertahanan Juve dari sisi kiri .

Tugas Messi pada pertandingan ini jadi sangat penting, lantaran ia adalah otak serangan Barca. Sebagian besar kesempatan mencetak gol lahir dari gerakan serta umpan-umpan La Pulga. Megabintang Argentina ini juga berhasil mencatatkan tiga umpan kunci, paling banyak kedua sesudah Neymar.

Neymar pun menjadi salah satu pemain yang keberadaannya sangat tersorot di lapangan. Ia banyak melakukan penguasaan bola. Luis Enrique pun nampaknya memberikan instruksi kepada para penggawa Barca supaya menggempur lini belakang Juve lewat Neymar. Skill individu Neymar pun jadi kunci serangan-serangan Barca, di mana ia melakukan 20 dribel, dengan 13 kali dribel sukses.

Akan tetapi, I Bianconeri mempunyai skema ganda dalam membangun pertahanan. Mereka berada di garis pertahanan yang rendah dengan skema dasar 4-2-3-1, yang selama ini memang menjadi andalan mereka. Bahkan pemain-pemain depan mereka sampai ikut bertahan, termasuk Gonzalo Higuain.

Selain itu, pemain Juve juga berhasil menjaga kerapatan antar pemain. Hal itulah yang membuat Barca sangat kesulitan menembus tembok pertahanan Juve dengan manuver yang dilakukan para pemain sejak lini tengah. Selain itu, entah mengapa barca justru sering melepas umpan silang, padahal mereka tidak mempunyai striker yang handal dalam melakukan duel udara. Masalah itu kemudian membuat Enrique memasukkan Paco Alcacer di babak kedua.

Sesuai dengan karakter aslinya, Juventus memanglah menunjukkan lini pertahanan yang sangat kuiat. Dari 52 tekel yang dikerjakan para pemain Agen judi bola online Bianconeri, 33 sukses. Adapun statistik lain yang tak kalah mencolok adalah 50 sapuan, 21 intersep serta 15 kali blok dilakukan jajaran bek tim tamu. Ditambah lagi dengan Juve juga lebih sering melakukan pelanggaran, dengan 19 kali. Sedangkan Barca bermain lebih ‘bersih’ dengan 10 kali pelanggaran saja.

Sayangnya, ada dua kartu kuning yang didapat pemain Juve pada pertandingan ini, satu di antaranya didapatkan oleh Sami Khedira, yang mana artinya ia harus menepi di pertandingan selanjutnya karena akumulasi kartu.

Dengan strategi pertahanan yang rapat ini, Barca pun tidak dapat membuat kans terbuka dari dalam kotak penalti. Tak dipungkiri kalau sebagian pemain Juve berkumpul di depan gawang Gianluigi Buffon. Alhasil, dari total 19 atttemps, cuma ada satu tendangan yang menghadap ke gawang.

Satu lagi, yang terpenting dan pada akhirnya membuat Allegri benar-benar sukses menumpulkan lini depan Barca. Adalah bagaimana Si Nyonya Tua mampu mengatur tempo laga. Saat Barca dalam kondisi mengincar banyak gol, mereka malah memperlambat tempo dengan garis pertahanan yang rendah serta cuma lakukan usaha mencuri bola dengan menanti momentum yang pas dan melakukan intersep. Situasi ini kemudian memberi keuntungan bagi Juve dari segi pertahanan. Mereka jadi bisa mempersiapkan stamina untuk menghadapi serangan-serangan Barcelona.

Kalau disebut dengan “parkir bus”, apa yang dilakukan Allegri pada anak-anak asuhnya ini lebih terkoordinasi dengan baik. Para pemain Juve tidak langsung membuang bola tanpa maksud. Melainkan mereka dapat mengatur kapan mereka harus melakukan serangan balik cepat serta kapan mesti melakukan delay.