Indikasi Kecurangan di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Terendus AFC

Babak kualifikasi bandar bola Piala Dunia 2018 telah menghasilkan beberapa negara yang memastikan lolos ke putaran final ajang empat tahunan ini. Hal ini tentunya akan disambut dengan penuh suka cita oleh segenap pendukung tim nasional negara yang lolos tersebut. Namun, ada kabar tidak menyenangkan datang setelah pertandingan terakhir kualifikasi zona Asia.

Induk sepakbola Asia, AFC, secara mengejutkan membuat pernyataan tentang terindikasinya kecurangan yang terjadi pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018. AFC mengendus adanya praktik kecurangan dengan “bermain mata” di laga penentuan siapa yang lolos ke putaran final ajang empat tahunan ini. Jika ini benar terjadi, tentu saja akan mencoreng wajah persepakbolaan yang selalu menjunjung tinggi sportivitas.

“AFC telah memulai sebuah penyelidikan terhadap laporan terjadinya kecurangan pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia yang berlangsung pada tanggal 5 September 2017. Pada saat ini AFC sedang menunggu laporan lebih lanjut sebelum melakukan penyelidikan resmi,” tulis AFC seperti dilansir dari laman resminya.

“AFC akan bekerjasama dengan FIFA untuk melaporkan hal tersebut yang masuk ke dalam yurisdiksi FIFA. Selain itu, di bulan Juni lalu AFC juga telah menegaskan kepada seluruh anggotanya untuk menghormati aturan yang berlaku netral,” lanjut pernyataan AFC.

Pertandingan Jepang dan Arab Saudi Terindikasi Kecurangan

Secara eksplisit, dalam rilisnya ini AFC tidak menyebutkan secara pasti tim maupun pertandingan yang dimaksud. Namun, jika melihat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zpma Asoa yang dilaksanakan 5 September 2017, ada sekitar 6 pertandingan yang digelar pada saat itu. Kemungkinan besar laga yang dimaksud tersebut yang mempertemukan Jepang dan Arab Saudi. Pertandingan ini yang ditengarai sebagai salah satu pertandingan yang masuk ke dalam daftar penyelidikan AFC.

Dalam pertandingan tersebut Jepang sudah dipastikan lolos dengan raihan 20 poin dan mantap di puncak klasemen. Sedangkan Arab Saudi berada di posisi kedua dengan raihan 6 poin dan hanya unggul selisih gol dari Australia di peringkat tiga. Mengingat dari Grup B hanya posisi dua besar yang akan lolos otomatis, maka Arab Saudi memerlukan kemenangan untuk mengunci peringkat kedua Grup B. Akhirnya, Arab Saudi secara mengejutkan menang 1-0 kala melawan Jepang. Hal ini pula yang memberikan mereka tiket langsung ke putaran final Piala Dunia 2018.

Australia, meskipun di pertandingan terakhir menang 2-1 atas Thailand, mereka tidak beranjak dari posisi ketiga. Mereka kalah selisih gol dari Arab Saudi. Permasalahan berlanjut dengan adanya dugaan kecurangan “main mata” Jepang dan Arab saudi untuk menjegal Australia. Namun, dugaan ini memang masih harus dibuktikan terlebih dahulu.

Pada pertandingan tersebut, Jepang kalah dengan skor 0-1 dari Arab Saudi. Laga ini sendiri digelar di Stadion King Abdul Aziz. Dengan hasil tersebut, baik Jepang dan Arab Saudi langsung lolos secara otomatis ke putaran Piala Dunia 2018 sebagai juara dan runner up Grup B.

Keberhasilan Jepang dan Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2018 ternyata berimbas terhadap posisi Australia di papan klasemen. Hasil ini memaksa Australia untuk berhadapan dengan Suriah di babak play-off. Meskipun berhasil melewati Suriah, Australia juga masih harus melanjutkan perjuangan mereka dengan melawan tim urutan ke empat zona CONCACAF agar mendapat tiket ke putaran Piala Dunia 2018 di Rusia.

Bagaimanapun, penyelidikan tentang indikasi kecurangan ini masih tetap berlangsung. AFC sebagai pemangku jabatan akan mengumpulkan berbagai bukti kecurangan tersebut. Jika terbukti bersalah, baik Jepang maupun Arab Saudi akan menghadapi sanksi yang berat dari FIFA. Kedua negara ini terancam dicoret dari daftar peserta Piala Dunia 2018.

Kecurangan di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Juga Terjadi di Afrika

Bukan hanya di zona Asia, kasus kecurangan juga sempat terjadi di Afrika pada tahun lalu. Dalam salah satu pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Afrika Selatan kontra Senegal, diduga terdapat kecurangan yang dilakukan oleh wasit. Alhasil, pertandingan tersebut pun akan diulang lagi pada November 2017 mendatang.

FIFA pun telah mengusut tuntas kasus tersebut, dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memastikan bahwa wasit yang memimpin pertandingan Afsel vs Senegal, Joseph Lampety, dijatuhi hukuman seumur hidup memimpin pertandingan resmi.