Harapan Suriah untuk Bisa Tampil di Piala Dunia 2018

Kejadian dramatis tersaji kala Suriah berhadapan dengan Iran di pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia (AFC). Saat pertandingan sepertinya akan berakhir dengan skor 1-2 untuk keunggulan Iran, mimpi Suriah untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2018 memang seperti akan sirna. Pasalnya, hanya beberapa menit lagi waktu sisa pertandingan sebelum peluit dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Ryuji Sato.

Namun, bola itu bundar dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Termasuk skenario pertandingan yang ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan Iran. Pada pertandingan tersebut sebenarnya Suriah sempat unggul sebelumnya dibalas dengan dua gol Iran. Tapi, di menit ke-93 Omar Al-Somah mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Sontak gol ini menjaga asa Suriah untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Suriah Akan Bermain di Babak Play-off Piala Dunia 2018

Hasil imbang 2-2 melawan Iran menempatkan Suriah di posisi tiga klasemen sementara Grup A kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia dengan raihan 13 poin. Mereka unggul selisih gol dari Uzbekistan yang berada di posisi keempat dan di waktu bersamaan bermain imbang dengan Korea Selatan. Jika pada akhirnya nanti Suriah dapat lolos dari babak play-off dan lolos ke putaran final Piala Dunia, maka gol yang dicetak Somah akan menjadi gol yang akan mengantarkan Suriah berlaga di Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Hasil ini jelas merupakan momen yang sangat mengharukan bagi mereka karena selama ini negara mereka terus menerus dirundung konflik berkepanjangan. Saat 11 pemain sepakbola mereka berjuang di lapangan hijau, bukan hal yang mustahil rakyat Suriah lainnya tengah bertahan dalam peperangan yang lebih nyata.

Tidaklah mengherankan jika akhirnya seorang komentator asal Suriah sampai tidak kuat menahan tangis saat bertugas mengomentari jalannya pertandingan. Bukan hanya itu, komentator ini sempat terdengar seperti putus asa saat Suriah tertinggal 1-2 sedangkan pertandingan sudah memasuki babak injury time.

“Haruskah kita mengatakan bahwa kita telah membuang mimpi sendiri?” komentar singkatnya saat menjadi komentator pertandingan tersebut.

Hal berbeda ditunjukkan oleh komentator tersebut saat Suriah mendapat momen serangan balik. Ia mencoba membakar semangat para pemain tim nasional Suriah dari kejauhan. Dan saat gol yang ditunggu terjadi, ia menjadi histeris dan menangis.

Gol yang dicetak oleh Somah memang belum mengamankan Suriah untuk mendapatkan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2018. Namun hasil imbang yang mereka dapatkan secara dramatis di pertandingan tersebut menjaga asa Suriah untuk bisa menjadi salah satu kontestan di ajang empat tahunan ini yang akan dilaksanakan di Rusia tahun depan.

Perjalanan Suriah Masih Panjang dan Berat

Perjalanan Suriah untuk bisa tampil di Piala Dunia 2018 memang masih panjang. Mereka memang sudah memastikan satu tiket babak play-off yang akan membawa mereka berhadapan dengan peringkat tiga Grup B, Australia. Jika sukses mengatasi Australia, perjuangan mereka juga masih belum berakhir.

Setelah babak play-off mereka juga harus menghadapi peringkat keempat zona CONCACAF. Di pertandingan tersebut mereka kemungkinan akan menghadapi salah satu tim kuat seperti Amerika Serikat, Panama, atau Honduras. Baru setelah mengalahkan peringkat empat zona CONCACAF, Suriah bisa berlaga di Piala Dunia 2018.

Meskipun perjalanan mereka masih cukup panjang, nyatanya hasil imbang saat pertandingan melawan Iran kemarin memberikan sedikit asa bagi masyarakat Suriah yang sedang menderita akibat konflik berkepanjangan sejak tahun 2011. Jika pada akhirnya mereka bisa lolos ke Piala Dunia 2018, tentunya Suriah sudah mengukir sejarahnya sendiri dengan tinta emas. Selain itu, Suriah juga berpeluang menjadi debutan di ajang ini. Ini justru berkebalikan dengan tim langganan Piala Dunia, Australia, yang justru lagi-lagi berpotensi gagal kembali ke Rusia, setelah sebelumnya sempat mengikuti Piala Konfederasi 2017.

Di satu sisi, sudah ada empat tim Asia yang sudah memastikan diri lolos ke putaran final di Rusia tahun depan. Empat tim tersebut adalah Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Memang cukup jarang ada tim Asia yang bisa berbicara banyak di Piala Dunia. Kali terakhir, Korea Selatan mampu menembus babak semi final di Piala Dunia 2002. Apakah sejarah akan terulang? Menarik untuk ditunggu.