Cerita di Balik Geliat Sepakbola Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2018

timnas mesir selangkah menuju piala dunia 2018
Mesir Selangkah Lagi Tampil di Piala Dunia 2018
September 17, 2017
pertandingan bola memperebutkan tiket ke piala dunia 2018 jepang vs arab saudi
Indikasi Kecurangan di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Terendus AFC
September 17, 2017

Cerita di Balik Geliat Sepakbola Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2018

tim bola suriah untuk piala dunia 2018

Suriah menjadi satu-satunya tim yang memberikan kejutan di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia. Tergabung di Grup A, Suriah kini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 13 poin. Hanya tertinggal dua poin dari Korea Selatan yang menempati posisi kedua. Posisi mereka saat inipun sudah dipastikan aman setelah Suriah mengungguli tim peringkat empat, Uzbekistan.

Posisi yang ditempati Suriah saat ini di papan klasemen memang belum sepenuhnya menjamin memberikan satu tiket ke putaran Piala Dunia 2018. Pasalnya, jika di klasemen akhir posisi mereka saat ini bisa dipertahankan, Suriah harus melewati babak play-off interkontinental sebelum pada akhirnya mereka dapat tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Bagi tim dengan tradisi sepakbola yang bagus seperti Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan, bermain di babak play-off mungkin sebuah petaka. Namun lain halnya bagi Suriah, yang menganggap ini adalah sebuah berkah.

Kunci Kesuksesan Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2018

Salah satu kunci kesuksesan tim nasional Suriah di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 tidak lepas dari peranan kompetisi lokal yang tetap berjalan dengan penuh keterbatasan di tengah konflik yang terjadi di negara tersebut. Hal ini tentu saja menjadi satu hal yang menakjubkan mengingat jika dilihat dari segi geografis dan ekonomi, negara ini penuh dengan keterbatasan. Meskipun perang masih berkobar, nyatanya kompetisi masih tetap berjalan meskipun hanya terpusat di dua kota besar.

Denyut nadi sepakbola Suriah terletak di kota Damaskus dan kota Latakia. Dua kota ini terbilang aman untuk sebuah kompetisi lantaran masih berada di bawah kontrol pemerintahan Suriah saat ini. Beda halnya dengan kota lain yang masih di bawah kontrol para pemberontak yang menyebabkan tidak mungkin untuk menjalankan kompetisi sepakbola resmi.

Penuh dengan keterbatasan bukan berarti sepakbola Suriah tidak bisa dikembangkan. Salah satu caranya dengan menyarankan para pemain Suriah yang memiliki talenta tinggi untuk bermain di kompetisi negara lain. Selain penghasilan yang mereka dapatkan lebih besar, para pemain ini juga bisa mendapatkan pelatihan serta fasilitas olahraga yang lebih baik.

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 kali ini, Suriah mengandalkan 23 pemain. Kebanyakan pemain yang memperkuat timnas Suriah saat ini justru bermain di negeri orang dengan status sebagai pemain bintang. Sebut saja Ahmad Al salih yang saat ini bermain di Henan Jianye, Liga Tiongkok. Selain itu ada Firas Al-Khatib yang bermain di Al Kuwait serta Omar Kharbin yang bermain di Liga Arab Saudi bersama Al Hilal.

Suriah Menyimpan Banyak Sepakbola Bertalenta

Suriah memang memiliki banyak pemain sepakbola bertalenta, namun permasalahan justru timbul seperti mencari cara untuk meregenerasi pemain senior seperti Ahmad Al Salih atau Faris Al Khatib di masa depan. Meskipun dalam kondisi kacau akibat perang, nyatanya Suriah memiliki basis pembinaan sepakbola muda dengan cara mereka sendiri. Dibantu oleh UEFA, Suriah mengadakan program pengembangan pemain muda yang bertujuan untuk mendorong anak-anak bisa lepas dari trauma akibat perang yang tidak berkesudahan.

Program pengembangan pemain muda ini digarap sangat serius, terutama untuk anak-anak yang ada di wilayah Tarmac. Program sepakbola yang diajarkan disana menggunakan sistem serta metode yang jauh lebih serius. Anak muda di sana diajarkan tentang teknik dasar sepakbola oleh seorang pelatih lokal yang berpengalaman. Sudah empat tahun program ini berjalan dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Suriah memang belum tentu lolos ke Piala Dunia 2018, pasalnya di babak play-off nanti harus menghadapi tim-tim tangguh lainnya. Namun dengan performa yang sejauh ini mereka tunjukkan, Suriah mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka masih bisa bangkit melalui sepakbola. Australia sudah menunggu Suriah untuk memperebutkan satu tiket di babak play-off interkontinental. Setelah itu, mereka masih harus menghadapi tim dari CONCACAF. Kemungkinan besar, pemenang antara Australia dan Suriah akan berhadapan dengan Amerika Serikat.

Jika salah satu tim asal Asia lolos, maka AFC akan diwakili oleh lima tim di ajang bandar Piala Dunia 2018 mendatang, menyusul lolosnya Iran, Jepang, Korea Selatan dan Arab Saudi.