Berakhirnya Era John Terry Bagi Chelsea

Profil pemain Tottenham Hotspur harry kane
Profil Harry Kane, Tottenham Hotspur
April 20, 2017
Profil pemain bola Barcelona Gerard Pique
Profil Gerard Pique, Barcelona
April 21, 2017

Berakhirnya Era John Terry Bagi Chelsea

John Terry berhenti dari Chelsea

Judi online – Karier John Terry bersama Chelsea akhirnya akan segera menemui titik terakhir. Itu terjadi setelah sang kapten memutuskan untuk menyudahi kebersamaannya dengan The Blues setelah 22 tahun. Pada Senin (17/4) malam lalu, pihak manajemen Chelsea resmi mengumumkan kalau Terry bakal pergi meninggalkan Stamford Bridge pada penghujung musim ini. Akan tetapi, masih belum ada keterangan lain mengenai apakah Terry bakal meneruskan karirnya di liga lain atau kemudian gantung sepatu di Chelsea

“Setelah menghabiskan waktu selama 22 tahun, ada banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan, serta terima kasih mesti saya ucapkan kepada banyak sekali orang di tim yang hebat ini. Bagi pelatih tim, teman-teman, staf, serta para pendukung yang selalu memberi support sampai kini. Terima kasihku tidak bakal pernah cukup untuk membayar semua itu. Masih banyak waktu bagi saya untuk mengucapkan semua itu dalam beberapa waktu ke depan,” ujar John Terry.

“Masa depan saya akan diputuskan pada waktu yang tepat. Akan tetapi, sekarang saya masih memiliki komitmen untuk Chelsea agar bisa meraih kejayaan di musim ini,” lanjutnya.

Sebenarnya kabar mengenai akan berakhirnya kebersamaan Terry serta The Blues telah mencuat semenjak akhir musim lalu, saat kontraknya bakal habis. Akan tetapi cedera yang dialami bek muda Kurt Zouma lantas membuat manajemen The Blues menambah durasi kontrak sang kapten setahun lagi. Penandatanganan kontrak baru itu dilakukan Terry pada 18 Mei 2016, setelah kompetisi musim 2015/16 resmi berakhir.

Tiga kata yang tepat untuk menggambarkan sosok John Terry adalah, kapten, pemimpin dan legenda. Para supporter Chelsea pun selalu menyebut sosok Terry demikian. Ia dikenal sebagai pemain yang paling bisa menebarkan semangat positif dan motivasi untuk rekan-rekan setimnya. Di atas lapangan, ia juga merupakan bek yang solid, selalu disiplin dan tidak kenal kompromi.

Terry mempunyai spesialisasi reading the game dan tekel-tekelnya yang ‘mematikan’. Selain itu, atributnya sebagai pemain bintang juga makin lengkap dengan kemampuannya menceploskan gol. Secara keseluruhan, Terry sudah mencetak 66 gol dalam kariernya untuk Chelsea. Yang mana 40 gol di antaranya tercipta di Premier League, hingga menjadikan Terry sebagai pemain bertahan paling produktif dalam sejarah kompetisi ini.

John Terry bukanlah jebolan akademi Chelsea. Ia malah mengawali kariernya dari West Ham United sepanjang empat tahun. Bahkan sebelum bergabung ke Chelsea, Terry nyaris bergabung ke Manchester United, tim yang didukung oleh seluruh anggota keluarganya. Dalam satu sesi wawancara, Terry tidak menutupi kalau dirinya tumbuh sebagai seorang fans United.

“Siapa yang tidak ingin mendukung klub yang meraih kemenangan di berbagai ajang. Kakek serta ayah saya juga pendukung Manchester United. Ayah saya pun dengan berat hati melepas saya berhimpun ke Chelsea. Akan tetapi, saya bisa bicara serta meyakinkannya kalau langkah yang saya putuskan itu adalah benar,” kenang Terry.

Sebelum menjadi bek tengah, Terry pada awalnya berposisi sebagai holdng midfielder. Akan tetapi ia pernah berada dalam fase di mana posturnya kurang mendukung untuk menempati posisi itu. Tapi di satu waktu, akademi The Blues sempat mengalami krisis bek. Pada akhirnya, Terry dicoba untuk menjadi bek serta nyatanya sukses menjaga gawang timnya dari kebobolan. Sesudah itu, ia pun dipatenkan menjadi seorang bek.

Di musim 2016/17, John Terry memang tidak menjadi pilihan utama pelatih anyar Chelsea, Antonio Conte. Sejauh ini Conte seperti Judi online mempunyai pakem tersendiri untuk line up timnya di setiap laga. Hal itu pula yang menyebabkan Terry baru bertanding sebanyak lima kali di ajang Premier League musim ini. Akan tetapi, ia tidak pernah memohon kepada sang pelatih supaya mendapat menit bertanding yang lebih banyak. Terry juga sama sekali tidak berkeinginan untuk hijrah ke tim lain. Sikapnya sangat patut diapresiasi, lantaran sebagai kapten, ia tidak keberatan meski harus selalu dicadangkan asalkan timnya tetaplah memperoleh hasil penuh. Serta sesudah menilik bagaimana The Blues bisa melangkah maju tanpa kehadirannya di lapangan, Terry yang telah berumur 36 tahun pada akhirnya memantapkan diri untuk meninggalkan tim yang ia cintainya ini.